Suluh Muda Nusantara
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suluh Muda Nusantara
No Result
View All Result
Home Kaltim

Ketimpangan Pendidikan di Kaltim, Agusriansyah Minta Zonasi SPMB Dirancang Sesuai Kearifan Lokal

Zahara by Zahara
16 Juni, 2025
in Kaltim
0
Ketimpangan Pendidikan di Kaltim, Agusriansyah Minta Zonasi SPMB Dirancang Sesuai Kearifan Lokal

Foto : Agusriansyah Ridwan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim.

FacebookTwitterWhatsapp

SAMARINDA – Penerapan sistem zonasi dalam Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) kembali menuai kritik. Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan, menegaskan bahwa zonasi tak bisa diterapkan seragam di seluruh Indonesia tanpa mempertimbangkan kondisi geografis dan ketimpangan infrastruktur antarwilayah.

“Zonasi itu baik sebagai prinsip pemerataan, tapi tidak bisa diberlakukan sama rata. Di Kaltim, jarak dan akses itu tantangan serius,” ujar Agusriansyah saat diwawancarai di Samarinda.

Ia merujuk pada UUD 1945 dan Pasal 31 sebagai dasar konstitusional bahwa pendidikan dasar adalah hak setiap warga negara. Menurutnya, sistem zonasi seharusnya berangkat dari prinsip tersebut, bukan semata dari standar kota besar yang memiliki fasilitas lengkap.

Agusriansyah mencontohkan wilayah seperti Kutai Timur, Berau, dan Bontang, yang meski memiliki jumlah rombongan belajar (rombel) memadai, tetap mengalami masalah distribusi siswa. Anak-anak di pedalaman masih harus menempuh jarak jauh untuk bersekolah, lantaran sekolah terdekat tidak tersedia atau tidak sesuai dengan minat mereka.

“Kalau sekolahnya ada tapi aksesnya sulit, atau tidak sesuai minat siswa, apa gunanya zonasi? Ini yang harus dievaluasi secara mendalam,” tegas politisi PKS itu.

Ia menambahkan, ketimpangan sarana prasarana dan kualitas guru antarwilayah membuat kebijakan zonasi berpotensi menciptakan ketidakadilan baru. Karena itu, ia mendorong Pemprov Kaltim untuk merumuskan peraturan daerah (perda) atau petunjuk teknis khusus yang mengatur sistem SPMB sesuai dengan karakteristik daerah.

“Kalau tidak ada regulasi lokal, kita justru melanggengkan diskriminasi terhadap peserta didik. Negara wajib hadir memastikan keadilan,” ujarnya.
Agusriansyah juga mengingatkan bahwa isu zonasi bukan tanggung jawab legislatif semata. Ia meminta pemerintah daerah lebih proaktif, termasuk menjalin komunikasi lintas kementerian, guna menyelesaikan persoalan akses dan sarana pendidikan—mulai dari transportasi sekolah, standarisasi gedung, hingga peningkatan mutu guru.

“Saya kebetulan meneliti soal ini dalam disertasi saya. Maka saya tahu bahwa ini bukan sekadar soal regulasi teknis, tapi soal keadilan sosial,” pungkasnya.

Zonasi semestinya menjadi jembatan pemerataan, bukan penghalang akses. Di provinsi sebesar Kalimantan Timur dengan kondisi geografis yang kompleks, kebijakan pendidikan harus dirancang dengan lensa lokal agar tidak menambah beban masyarakat yang selama ini sudah tertinggal dalam hal akses dan kualitas pendidikan.

Print 🖨 PDF 📄
Berita Dilihat: 132
Previous Post

Pikat Investor, Kukar Bangun Sentra Industri Baru di Pesisir Timur

Next Post

Fenomena Buzzer di Sosmed, Ananda Emira Moeis: Kritik Harus Membangun Daerah, Bukan Merusak Tatanan Sosial

Zahara

Zahara

Next Post
Fenomena Buzzer di Sosmed, Ananda Emira Moeis: Kritik Harus Membangun Daerah, Bukan Merusak Tatanan Sosial

Fenomena Buzzer di Sosmed, Ananda Emira Moeis: Kritik Harus Membangun Daerah, Bukan Merusak Tatanan Sosial

  • Trending
  • Comments
  • Latest
AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

20 Agustus, 2025
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

22 Oktober, 2025
GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

12 Oktober, 2023
Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

17 Maret, 2025
Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Pansus LKPJ Temukan Kejanggalan Proyek Sanitary Landfill Rp28 Miliar di TPA Sambutan

Pansus LKPJ Temukan Kejanggalan Proyek Sanitary Landfill Rp28 Miliar di TPA Sambutan

28 April, 2026
Semua Sektor Usaha Didata, BPS Samarinda Mulai Sensus Ekonomi Mei 2026

Semua Sektor Usaha Didata, BPS Samarinda Mulai Sensus Ekonomi Mei 2026

28 April, 2026
Hearing dengan BPS, Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Pentingnya Data Sensus Ekonomi

Hearing dengan BPS, Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Pentingnya Data Sensus Ekonomi

28 April, 2026
Ingatkan Risiko Parkir Berlangganan, Samri: Jangan Sampai Bebani Masyarakat

Ingatkan Risiko Parkir Berlangganan, Samri: Jangan Sampai Bebani Masyarakat

28 April, 2026
Suluh Muda Nusantara

Suluhmudanusantara.com merupakan media daring berbasis di Kalimantan Timur dengan tujuan menjangkau Nusantara hingga Internasional.

Terkini

Pansus LKPJ Temukan Kejanggalan Proyek Sanitary Landfill Rp28 Miliar di TPA Sambutan

Semua Sektor Usaha Didata, BPS Samarinda Mulai Sensus Ekonomi Mei 2026

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Susunan Redaksi

Follow Sosial Media Kami

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.