Samarinda – Harapan warga Bontang dan Kutai Timur untuk memperoleh akses air bersih dalam waktu dekat kian mendekati kenyataan. Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berbasis pengolahan air dari kolam bekas tambang di kawasan Void Indominco saat ini memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung Agustus 2025.
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Agus Aras, menyebut proyek ini sebagai terobosan penting dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat atas layanan air bersih yang layak dan berkelanjutan.
“Seluruh pekerjaan di tingkat provinsi telah diselesaikan. Tinggal penyelesaian teknis di lapangan. Kami optimis, manfaatnya akan segera dirasakan warga,” kata Agus, Jumat (13/6/2025).
Proyek yang dikerjakan bersama oleh Pemprov Kaltim melalui Dinas PUPR-PERA dan PT Indominco ini menelan anggaran lebih dari Rp84 miliar. Infrastrukturnya mencakup jaringan pipa sepanjang 26 kilometer serta unit pengolahan air yang mampu memproduksi hingga 249 liter air bersih per detik.
Agus menilai kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam proyek ini merupakan model ideal pelayanan publik.
Ia berharap SPAM Void Indominco bisa menjadi rujukan untuk daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.
“Pendekatannya inovatif memanfaatkan void tambang sebagai sumber air. Ini solusi yang tidak hanya mengatasi krisis, tapi juga memanfaatkan potensi yang selama ini terbengkalai,” ujarnya.
Ia itu juga mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keberlangsungan layanan ini.
Menurutnya, infrastruktur yang baik harus diiringi kesadaran kolektif dalam penggunaannya.
“Air bersih adalah hak dasar masyarakat, tapi juga tanggung jawab bersama. Jika ini berhasil, bisa jadi blueprint untuk pengelolaan air berbasis kolaborasi di Kaltim,” tegasnya.(ADV DPRD KALTIM)
Penulis : NA













