Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Fuad Fakhruddin, menegaskan bahwa realisasi janji-janji politik kepala daerah tak bisa dilepaskan dari keharmonisan kerja antara legislatif dan eksekutif.
Ia menyebut kolaborasi antarlembaga menjadi elemen penting agar program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Janji politik itu bukan slogan. Harus diwujudkan. Dan itu hanya bisa terjadi kalau arah kebijakan antara DPRD dan Pemprov selaras,” kata Fuad, Minggu (15/6/2025).
Menurutnya, perbedaan arah atau disharmoni antara dua lembaga justru berisiko memperlambat pembangunan dan melemahkan efektivitas kebijakan.
Koordinasi yang buruk, lanjutnya, bisa berdampak langsung kepada masyarakat sebagai penerima layanan.
“Kalau dua lembaga tak berjalan seirama, rakyat yang jadi korban. Tapi kalau komunikasi dan komitmennya kuat, dampaknya akan terasa sampai ke akar rumput,” ujarnya.
Fuad menekankan bahwa keselarasan bukan hanya soal politik, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral terhadap publik.
Ia mendorong agar seluruh program yang dirancang pemerintah tetap mengacu pada prinsip keadilan, pemerataan, dan keberlanjutan.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya memprioritaskan sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sebagai pilar utama pembangunan daerah.
“Ini fondasi dasar. Kalau tiga sektor ini dibangun dengan baik, dampaknya akan sangat luas terhadap kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.
Sebagai wakil rakyat, Fuad menyatakan dukungan penuh terhadap setiap inisiatif pembangunan yang berpihak kepada rakyat.
Namun ia juga menegaskan, fungsi pengawasan DPRD harus tetap dijalankan dengan ketat.
“Kami bukan sekadar menyetujui program. Kami juga memastikan pelaksanaannya tepat sasaran, anggarannya tidak bocor, dan selesai sesuai tenggat,” tegasnya.
Di akhir, Fuad mengajak seluruh pemangku kebijakan di lingkungan Pemprov Kaltim untuk membangun pola kerja yang terbuka, kolaboratif, dan responsif terhadap aspirasi publik.
“Pembangunan yang berkelanjutan lahir dari kerja bersama. Kalau semua saling mendukung dan mau mendengar rakyat, maka perubahan nyata bisa terjadi,” pungkasnya. (ADV/DPRD KALTIM)
Penulis : NA













