TENGGARONG, — Kegiatan Festival memancing di Embung Maluhu tak sekadar menjadi ajang hiburan masyarakat.
Kegiatan tersebut, menjadi momentum awal bagi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk mendorong transformasi kawasan embung, menjadi destinasi ekowisata berbasis komunitas.
Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, mengatakan bahwa tingginya animo masyarakat selama pelaksanaan festival menjadi pertanda kuat, bahwa kawasan embung sangat potensial, untuk dikembangkan lebih jauh, tidak hanya sebagai infrastruktur pengendali air, tetapi juga sebagai ruang publik yang produktif.
“Festival itu membuktikan bahwa embung bukan hanya tempat penampungan air, dan masyarakat begitu antusias, ini bukti bahwa kawasan tersebut punya daya tarik tersendiri,” ungkapnya saat ditemui di Tenggarong, Selasa (17/6/2025).
Menindaklanjuti respons positif tersebut, pemerintah daerah mulai menyusun desain pengembangan kawasan.
Tak hanya menata fisik, seperti pembangunan gazebo, jembatan kecil, dan jalur pedestrian, tetapi juga menyiapkan ruang-ruang publik yang mendukung aktivitas sosial, edukatif, hingga kegiatan ekonomi warga.
Menurut Wiyono, kawasan embung ke depan akan diarahkan menjadi ruang belajar terbuka untuk pelajar, tempat berkumpul komunitas, hingga area kuliner dan kerajinan tangan yang dapat dikelola langsung oleh warga sekitar.
“Bayangkan anak-anak belajar langsung dari alam, komunitas punya tempat berkegiatan, dan UMKM bisa tumbuh,” katanya.
“Inilah wajah baru Embung Maluhu, yang ingin Kami hadirkan,” tegasnya.
Pemkab Kukar, melalui Dinas PU, menegaskan bahwa pendekatan pengelolaan kawasan akan bersifat partisipatif.
Pelibatan masyarakat sejak awal dinilai penting, agar terbentuk rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap keberlangsungan embung, sebagai ruang hidup bersama.
“Kalau warga merasa terlibat, mereka akan otomatis ikut menjaga, dan itu yang menjadi kunci keberhasilan kawasan ini ke depan,” tegasnya.
Pengembangan Embung Maluhu juga diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara fungsi ekologis dan sosial.
Pemkab Kukar berkomitmen memastikan bahwa, kawasan ini tumbuh tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga bermanfaat secara ekonomi dan edukasi.
“Festival mancing hanyalah awal, dan Kami ingin embung ini berkembang menjadi kawasan ekowisata yang menyatu dengan kehidupan warga,” pungkas Wiyono. (Adv-DPU Kukar)














