TENGGARONG, — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) resmi mengoperasikan Embung Maluhu yang terletak di Jalan Semeru RT 18, Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong.
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kukar Edi Damansyah, Rabu (23/4/2025) lalu, sebagai bentuk respon atas kebutuhan kelompok tani di wilayah tersebut.
Embung berkapasitas 3.000 meter kubik ini, dibangun untuk menunjang irigasi pertanian, terutama saat musim kemarau.
Infrastruktur ini, ditargetkan mendukung pengairan lahan seluas 55 hektare di Kelurahan Maluhu dan sekitarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, mengatakan bahwa keberadaan embung tersebut tidak hanya difungsikan sebagai penampung air untuk pertanian, tetapi juga akan dikembangkan menjadi kawasan wisata lokal, yang berdampak langsung pada perekonomian warga.
“Kami sedang merancang penambahan fasilitas pendukung, seperti area rekreasi dan infrastruktur umum lainnya,” ucapnya, saat di wawancarai media ini, Selasa (17/6/2025).
“Dengan harapan, kawasan ini bukan hanya bermanfaat untuk petani, tapi juga bisa menarik masyarakat sebagai destinasi wisata baru,” ujar Wiyono.
Menurutnya, pengembangan embung dengan pendekatan multifungsi merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah, untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan potensi ekonomi lokal berbasis sumber daya air.
Ia menambahkan, manfaat embung akan lebih optimal jika dikelola bersama masyarakat, terutama organisasi petani seperti Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
Dengan keterlibatan aktif petani, kata dia, keberlanjutan embung dalam mendukung pertanian bisa lebih terjaga.
“Kehadiran embung ini, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap curah hujan, dan menjaga stabilitas produksi pangan di Kukar, khususnya saat musim kemarau,” pungkas Wiyono. (Adv-DPU Kukar)














