Samarinda – Dalam upaya membangun kesadaran anak sejak dini terhadap bahaya zat adiktif, UKM – KPM FISIP Unmul melalui program kerja KPM Mengabdi menggelar kegiatan Sambung Harapan di SD Negeri 003 Tenggarong Seberang Pada, Kamis (19/06/25).
Kegiatan ini melibatkan 17 siswa/i kelas 5A dan 5B selaku peserta, dikemas secara edukatif melalui pendekatan visual dan dialogis yang mudah dipahami anak-anak.
Sesi pertama diawali dengan pemaparan materi mengenai zat adiktif yang dikemas secara selaras dengan fase sekolah dasar.
Materi tersebut dibalut dengan tema “Refleksi Diri Anak melalui Edukasi Visual dan Dialogis untuk menolak Zat Adiktif” yang mudah dipahami, lalu dilanjut dengan sesi pemutaran visiodrama yang menampilkan ajakan penggunaan zat adiktif oleh teman sebaya. Setelah menonton, siswa/i diberi pertanyaan yang menuntun mereka untuk memberikan jawaban dalam forum diskusi terbuka. Dari sini, anak-anak mulai memahami bahwa setiap pilihan memiliki dampak baik untuk diri sendiri maupun masa depan.
Kegiatan selanjutnya masuk ke sesi refleksi diri, yang di mana anak-anak diberi kertas berisi beberapa pertanyaan tentang pencegahan zat adiktif dan harapan terkait masa depan mereka. Lalu ditutup dengan simbolisasi Pohon Harapan, yang dimana para siswa menuliskan cita-cita atau harapan masa depan mereka di kertas berbentuk daun, lalu menempelkannya pada pohon buatan. Simbol ini menjadi representasi bahwa mereka memilih masa depan yang sehat dan bermakna dibanding godaan kebiasaan negatif.
Melalui pendekatan visual dan partisipatif, program ini mendorong siswa untuk mengenali nilai-nilai seperti keberanian, tanggung jawab, serta pentingnya menjaga diri. Sebuah langkah kecil namun berarti dalam pencegahan kenakalan remaja secara halus. (Mujahid)













