Suluhmudanusantara.com,- Anggota DPRD Kaltim, Rusman Ya’qub menyampaikan persoalan pertambangan di Kaltim kerap muncul dan menjadi perbincangan hangat bagi masyarakat, terlebih lubang tambang yang bertebaran di beberapa wilayah.
“Sepanjang 2023 ini saja sudah ada 15 korban meninggal anak korban tenggelam. Jumlah ini belum ditambah dengan korban tenggelam lainnya di tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya kepada media ini, Rabu (11/10/2023).
“Bayangkan kalau tidak kita hentikan, bisa makin parah, Kaltim akan penuh lubang tambang,” sambungnya.
Ironisnya, tidak sedikit yang lokasinya berdekatan dengan pemukiman warga. Sehingga banyak warga sekitar hilang di lubang tambang tersebut. Namun tak ada perusahan pertambangan yang mendapat sanksi maupun ditindak secara hukum.
Ia menegaskan, harus ada tindakan konkrit yang seharusnya diambil pemerintah daerah demi menjaga kenyamanan masyarakat Kaltim.
“Dari kejadian-kejadian itu, tapi tidak ada yang diproses hukum. Padahal proses hukum sudah jelas berlaku,” singkat dia. (AMA/ADV)













