Samarinda — Kurash, salah satu cabang olahraga bela diri yang tengah berkembang di Kalimantan Timur (Kaltim), dinilai membutuhkan penguatan organisasi dan pembinaan atlet yang lebih serius jelang PON XXI tahun 2028.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sapto Setyo Pramono, yang menyoroti perlunya fondasi kelembagaan yang kokoh agar pembinaan atlet tidak hanya bersifat sporadis.
Menurutnya, perkembangan pesat Kurash di Kaltim selama beberapa tahun terakhir harus dibarengi dengan upaya memperkuat struktur organisasi, memperluas kepengurusan daerah, dan membangun sistem regenerasi atlet yang terarah.
“Selama ini kita sudah mulai menunjukkan hasil dari persiapan yang cukup cepat. Tapi ke depan, fokus kita harus bergeser ke pembibitan atlet muda, pelaksanaan kejuaraan-kejuaraan daerah, serta penataan manajemen organisasi,” ujar Sapto, Kamis (26/6/25).
Ia menilai masih banyak Pengurus Cabang (Pengcab) Kurash di daerah yang belum berjalan optimal. Saat ini, baru enam daerah di Kaltim yang memiliki kepengurusan aktif, yaitu Samarinda, Balikpapan, Berau, Kutai Timur, Bontang, dan Kutai Kartanegara.
“Organisasi yang belum rapi akan sulit melahirkan prestasi. Karena itu, nanti kita akan konsolidasi seluruh pengcab. Kalau memang perlu perombakan atau restrukturisasi, harus dilakukan demi kemajuan bersama,” tegasnya.
Selain urusan kelembagaan, Sapto juga menyinggung perjuangan agar Kurash bisa masuk sebagai cabang olahraga resmi yang dipertandingkan di PON 2028.
Ia menjelaskan bahwa pada PON sebelumnya, Kurash gagal tampil karena tidak dicantumkan oleh tuan rumah, bukan karena minimnya dukungan dari pusat.
“Itu bukan karena tidak didukung pemerintah pusat, tetapi karena kesiapan tuan rumah yang lalu. Sekarang PB Kurash tengah mengupayakan agar bisa masuk dalam agenda PON 2028,” jelasnya.
Ia menambahkan, konsolidasi dan pembinaan atlet di tingkat daerah harus segera dilakukan secara simultan, tidak hanya untuk mengejar target jangka pendek, tetapi juga membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan.
“Saya ingin kita tidak hanya mengejar kuantitas atlet, tapi membangun sistem yang berkelanjutan. Kurash punya potensi besar, tapi itu hanya akan tercapai kalau organisasi dan SDM-nya benar-benar siap,” pungkasnya.(ADV DPRD KALTIM)













