Samarinda-Wakil Ketua II DPRD Samarinda, Ahmad Vananzda menilai perubahan Kota Samarinda pada masa kepemimpinan Andi Harun cukup signifikan. Ia melihat terdapat pembangunan yang hasilnya dapat disaksikan dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Salah satu contoh yang dinilainya positif adalah penataan kawasan Sungai Karang Mumus. Persoalan permukiman dan penataan sungai tersebut telah berlangsung pada masa beberapa wali kota sebelumnya, tetapi baru dapat dibongkar dan ditata secara lebih besar pada masa pemerintahan Andi Harun.
“Itu menurut saya menjadi poin positif. Kebijakan tersebut sebenarnya tidak populis, tetapi dilakukan pada periode pertama beliau,” kata Ahmad, Jumat (31/7/2026)
Menurutnya, apabila hanya memikirkan popularitas dan peluang terpilih kembali, seorang kepala daerah mungkin tidak berani mengambil kebijakan yang berpotensi menimbulkan penolakan dari warga terdampak.
Namun, penataan tetap dilakukan dan Andi Harun kemudian kembali terpilih untuk periode kedua.
Ahmad juga menyoroti pembangunan Teras Samarinda di kawasan tepian Sungai Mahakam. Kawasan tersebut sebelumnya dinilai hanya mengalami perbaikan secara bertahap dan tambal sulam. Kini, penataannya terlihat lebih baik dan direncanakan berlanjut hingga kawasan Jembatan Mahakam.
“Kawasan Teras Samarinda dahulu tambal sulam. Sekarang sudah bagus dan akan disambung lagi pembangunannya sampai ke Jembatan Mahakam,” katanya.
Meski mengakui terdapat keterlambatan pada beberapa proyek, Ahmad tetap optimistis terhadap arah pembangunan Kota Samarinda.
Menurutnya, apa yang dikerjakan pemerintah dapat dilihat secara nyata. Penilaian itu bukan berarti wali kota terdahulu tidak bekerja dengan baik, tetapi pada masa kepemimpinan Andi Harun, pembangunan infrastruktur terlihat lebih menonjol.
Ahmad turut mengungkapkan rencana pengembangan kawasan pecinan atau Chinatown di pusat Kota Samarinda.
Beberapa waktu lalu, ia bertemu warga Tionghoa di kawasan kelenteng. Dalam pertemuan tersebut dibicarakan rencana penataan kawasan mulai dari kelenteng hingga Masjid Raya Samarinda.
Menurut Ahmad, Andi Harun pernah menyampaikan gagasan agar kawasan tersebut menjadi area yang lebih nyaman bagi pejalan kaki. Bahkan, terdapat kemungkinan kendaraan bermotor tidak lagi melintas di bagian tertentu kawasan tersebut.
Namun, rencana itu masih menghadapi persoalan penyediaan lahan parkir.
“Beberapa waktu lalu saya bertemu warga Tionghoa di kawasan kelenteng. Di sana direncanakan dibuat Chinatown dari kelenteng sampai Masjid Raya Samarinda. Kalau perlu, nantinya tidak ada mobil yang lewat dan orang cukup berjalan kaki. Persoalannya sekarang mencari lahan parkir,” jelasnya.
Ahmad mengatakan berbagai program yang pernah disampaikan Andi Harun rata-rata telah direalisasikan dengan cukup baik.
Dalam kontestasi politik sebelumnya, PDI Perjuangan menjadi salah satu partai pengusung Andi Harun. Oleh karena itu, partainya memiliki tanggung jawab politik untuk mendukung program yang bermanfaat sekaligus mengawasi pelaksanaannya.
Selain penataan kawasan pusat kota, terdapat pula rencana pemindahan pelabuhan dari pusat Kota Samarinda menuju kawasan di sekitar Jembatan Mahkota.
Menurut Ahmad, realisasi rencana tersebut akan membuka peluang penataan kawasan tepian dan pusat kota secara lebih menyeluruh.
“Kalau ditanya optimistis, pasti optimistis. Sudah banyak program yang terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (Adv)













