Samarinda- Wakil Ketua II DPRD Samarinda, Ahmad Vananzda menyoroti sektor pariwisata Kota Samarinda yang dinilainya belum memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan asli daerah.
Menurutnya, salah satu penyebab rendahnya pendapatan dari sektor pariwisata adalah terbatasnya destinasi wisata alami yang benar-benar menjadi daya tarik utama kota. Namun, keterbatasan tersebut bukan berarti Samarinda tidak dapat membangun industri pariwisata.
Potensi yang ada, menurutnya, harus diolah secara serius dan membutuhkan keberanian pemerintah mengalokasikan anggaran.
Ia mencontohkan Desa Budaya Pampang sebagai salah satu kawasan wisata yang dapat terus dikembangkan. Menurut keterangannya, kawasan tersebut berkembang setelah masyarakat Dayak dari Mahakam Ulu tinggal dan membangun kehidupan budaya di sana.
“Kalau kita menginginkan kenaikan PAD dari pariwisata, mau tidak mau pemerintah harus mengeluarkan anggaran yang besar. Tidak serta-merta orang datang kalau kita tidak menyediakan tempat wisatanya,” katanya, Jumat (31/7/2026)
Ahmad juga menyinggung keberadaan air terjun di kawasan Tanah Merah, Samarinda Utara, yang dahulu dinilai memiliki potensi wisata. Namun, kawasan tersebut disebutnya terdampak aktivitas pertambangan sehingga potensi wisatanya menghilang.
Padahal, apabila digarap secara serius, destinasi tersebut dapat menjadi salah satu alternatif wisata alam di Samarinda.
Ia pun mengingatkan agar kegiatan studi banding yang dilakukan pemerintah maupun lembaga daerah benar-benar menghasilkan kebijakan nyata.
“Banyak studi banding ke sana kemari, tetapi setelah pulang hasilnya apa? Itu juga harus dilihat,” katanya. (Adv)













