Samarinda – Aksi protes warga Perumahan Bumi Prestasi Kencana (BPK), Samarinda, terkait tempat pembuangan sampah (TPS) yang dianggap mengganggu kenyamanan, mendapat tanggapan dari Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. Ia menegaskan perlunya solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan untuk mengatasi masalah ini.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, merespons keluhan warga Perumahan Bumi Prestasi Kencana (BPK) atas keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) yang dinilai tidak sesuai dan menimbulkan gangguan.
“Saya telah menghubungi langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan bahwa TPS tersebut sudah tidak digunakan sebagai tempat pembuangan sementara. Rencananya, TPS itu akan dipindahkan,” ungkap Deni, jum’at (24/1)
Warga menyatakan ketidakpuasan karena TPS di area mereka kerap memicu bau tak sedap dan menimbulkan potensi risiko kesehatan. Namun, menurut Deni, akar masalahnya tidak hanya pada lokasi TPS, tetapi juga pada sistem pengelolaan sampah kota.
“Samarinda menghasilkan sekitar 600 ton sampah per hari, sedangkan kapasitas TPS yang tersedia sangat terbatas. Penumpukan sampah tanpa pengelolaan yang memadai jelas bukan solusi,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Komisi III DPRD Samarinda berencana mengadakan studi tiru ke Banyumas dan Bantar Gebang, dua wilayah yang sukses menerapkan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.
“Kami ingin belajar langsung bagaimana mereka mengelola sampah secara efisien dan ramah lingkungan. Solusi seperti ini dapat diterapkan di Samarinda,” kata Deni.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat, terutama rumah tangga, dalam memulai langkah pengelolaan sampah.
“Pemilahan sampah sejak dari rumah tangga sangat penting. Kami berencana memilih satu wilayah RT atau kelurahan sebagai percontohan program ini. DLH juga harus meningkatkan edukasi kepada masyarakat,” tambahnya.
Dalam jangka panjang, pemerintah kota tengah mempertimbangkan penggunaan teknologi pengelolaan sampah rendah emisi karbon. Deni berharap teknologi ini dapat menjadi solusi inovatif untuk mengatasi krisis sampah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. (Mujahid)













