SAMARINDA – Komisi III DPRD Kota Samarinda meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera melakukan peremajaan armada pengangkut sampah yang sudah tidak layak beroperasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah ceceran sampah di jalan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan kepada masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Andriansyah, mengatakan masih terdapat sejumlah truk pengangkut sampah yang kondisinya telah mengalami kerusakan, seperti bodi yang keropos maupun bak kendaraan yang bocor. Kondisi itu berpotensi menyebabkan sampah berjatuhan selama proses pengangkutan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga mengganggu kebersihan lingkungan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Kalau ada armada yang kondisinya bocor, tentu harus diperiksa terlebih dahulu sebelum dioperasikan agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan,” ujarnya,Senin (3/8/2026)
Menurutnya, kebutuhan pengadaan armada baru sebenarnya telah menjadi perhatian DPRD. Namun, keterbatasan kemampuan fiskal daerah akibat berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) membuat pemerintah harus menyusun skala prioritas dalam pengalokasian anggaran.
Meski demikian, Andriansyah menegaskan kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan kualitas pelayanan publik. Ia berharap pemerintah tetap memaksimalkan armada yang masih tersedia melalui perawatan rutin sembari menyiapkan penggantian unit secara bertahap.
“Kondisi fiskal memang menjadi tantangan, tetapi armada yang ada harus tetap dipelihara agar pelayanan pengangkutan sampah tidak terganggu,” katanya.
Ia mengungkapkan usulan pengadaan truk sampah baru telah masuk dalam pembahasan anggaran tahun 2027. Menurutnya, kendaraan operasional yang telah digunakan lebih dari lima tahun sudah selayaknya mulai diremajakan agar kinerjanya tetap optimal dan biaya perawatannya tidak semakin membengkak.
Selain mendorong pembaruan armada, Andriansyah juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam mengurangi persoalan sampah melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
“Mulailah dari rumah dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos sehingga manfaatnya juga kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap penguatan armada pengangkut sampah dan peningkatan partisipasi masyarakat dapat berjalan beriringan sehingga sistem pengelolaan sampah di Kota Samarinda menjadi lebih efektif, bersih, dan ramah lingkungan. (Adv)













