Samarinda – DPRD Kota Samarinda akan memanggil Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), khususnya Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), untuk membahas persoalan mandeknya anggaran bagi atlet yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, usai menghadiri Pembukaan Program Upskilling Guru dan Transformasi Digital Sekolah Tahun 2026 serta Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Selasa (21/7/2026), di Gedung GOR Segiri, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda.
Ismail mengatakan DPRD tidak ingin persoalan anggaran mengganggu persiapan kontingen Samarinda yang akan berlaga di Porprov.
“DPRD Kota Samarinda berencana akan memanggil Bapperida dan BPKAD untuk kemudian berdiskusi. Jadi, kemungkinan di hari Senin yang akan datang. Di hari Senin yang akan datang kita akan berdiskusi kemudian dengan TAPD, baik Bapperida maupun BPKAD untuk kemudian memastikan itu, nah ya,” ujarnya.
Menurutnya, pembahasan tersebut penting mengingat waktu pelaksanaan Porprov sudah semakin dekat sehingga kepastian anggaran harus segera diperoleh.
Ia menegaskan, perhatian pemerintah tidak boleh hanya terfokus pada pelaksanaan pertandingan, tetapi juga harus memastikan seluruh tahapan persiapan atlet berjalan optimal.
“Jangan sampai kemudian tadi ini Porprov sudah tinggal sekian bulan ke depan. Kita tidak hanya berbicara kemudian di hari H pelaksanaan, tapi bagaimana kemudian persiapan, baik itu atlet, kemudian pelatih, dan seterusnya agar kemudian ketika di Porprov kita siap,” katanya.
Ismail berharap Kota Samarinda mampu kembali mempertahankan prestasi sebagai juara umum pada ajang Porprov. Namun, menurutnya, target tersebut harus dibarengi dengan dukungan anggaran yang memadai.
“Nah, kita berharap kemudian Samarinda bisa kembali menjadi juara umum. Tapi juara umum tentunya tadi, harus disupport dengan ketersediaan anggaran, gitu,” pungkasnya. (Iqbal Al-Fiqri)













