Anggota DPRD Kalimantan Timur, Muhammad Samsun, menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan bahasa daerah seiring dengan pesatnya perkembangan yang dipicu oleh pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Provinsi Kaltim.
Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemungkinan tergerusnya budaya lokal, termasuk bahasa daerah, akibat pengaruh budaya luar yang datang seiring dengan perkembangan tersebut.
“Keberadaan IKN membawa banyak peluang bagi kemajuan daerah, namun kita juga harus waspada agar budaya lokal, termasuk bahasa daerah, tidak hilang tergantikan oleh budaya asing,” katanya, Minggu (10/11/24).
Samsun menjelaskan bahwa meskipun banyak guru di daerah yang memiliki potensi untuk mengajarkan bahasa daerah, masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya dasar dan materi pengajaran yang memadai di sekolah-sekolah.
Ia pun mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kekayaan budaya lokal, termasuk bahasa, yang merupakan bagian dari identitas bangsa Indonesia yang beragam.
“Keberagaman budaya Indonesia harus kita jadikan kekuatan untuk memperkokoh persatuan. Kehadiran budaya baru tidak berarti budaya asli Kaltim harus terpinggirkan. Kita harus menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya lokal dan penguatan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional,” ujarnya.
Samsun juga menegaskan bahwa meskipun Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi negara, pelestarian bahasa daerah tetap menjadi hal yang sangat penting. Ia mendorong agar bahasa daerah lebih diperkenalkan dan diajarkan di sekolah-sekolah Kaltim sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya yang ada.
“Bahasa daerah bukan hanya simbol identitas, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal yang ada di setiap wilayah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk melestarikannya,” pungkasnya. (ADV)













