Anggota DPRD Kalimantan Timur, Salehuddin, mengungkapkan bahwa peningkatan literasi masyarakat harus menjadi fokus utama di seluruh wilayah Kaltim, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Menurut Salehuddin, kegiatan literasi tidak hanya perlu dilaksanakan secara berkala, tetapi harus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan di setiap kabupaten/kota.
“Literasi harus menjadi prioritas yang lebih besar. Upaya ini harus dilakukan secara rutin agar masyarakat Kaltim dapat terus teredukasi dan mampu memahami perkembangan situasi di sekitar mereka,” ujarnya, Minggu (10/11/24).
Berdasarkan survei Kementerian Pendidikan yang dilakukan pada 2019, Kaltim tercatat sebagai salah satu provinsi dengan tingkat minat baca yang tinggi, bahkan berada di peringkat keempat dari 34 provinsi di Indonesia.
“Dengan semakin banyaknya kegiatan literasi, budaya membaca akan semakin berkembang di kalangan masyarakat. Literasi di Kaltim sendiri 62 persen lebih tinggi dari rata-rata nasional, dan kita perlu menjaga capaian ini,” jelasnya.
Salehuddin juga menekankan peran Dinas Perpustakaan Daerah (Pusda) sebagai pihak yang harus memimpin pengembangan literasi di Kaltim. Dia mengajak Pusda untuk lebih aktif dalam menjalankan program-program literasi yang bermanfaat.
“Kami mendukung penuh setiap proyek besar yang bertujuan untuk mengembangkan literasi di Kaltim,” tuturnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Salehuddin memastikan bahwa DPRD Kaltim siap mengalokasikan anggaran untuk peningkatan fasilitas perpustakaan dan kegiatan literasi lainnya.
“Kami akan terus mengupayakan anggaran untuk meningkatkan kualitas perpustakaan di Kaltim, agar fasilitas yang ada dapat lebih nyaman dan mudah diakses masyarakat, meski ada kendala seperti banjir yang sering terjadi saat musim hujan,” ungkapnya.
Dengan upaya tersebut, Salehuddin berharap literasi di Kaltim dapat terus berkembang, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang lebih baik. (ADV)













