Samarinda,- Kasus kekerasan seksual di Kota Samarinda menunjukkan angka yang masih mengkhawatirkan, dan hal ini menarik perhatian serius dari Damayanti, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda.
Damayanti mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap tingginya angka kekerasan seksual di kota ini.
Menurut Damayanti, salah satu penyebab utama dari kekerasan seksual adalah kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua.
Ia menegaskan bahwa penanganan kekerasan seksual memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan tidak hanya pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, termasuk lingkungan keluarga dan sekolah.
“Masalah ini harus menjadi perhatian kita bersama. Menangani kekerasan seksual bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat. Setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak,” ujarnya (19/7/2024).
Damayanti juga menekankan pentingnya memberikan edukasi seksual kepada anak-anak sejak usia dini. Menurutnya, pendidikan seksual seharusnya tidak dianggap tabu, melainkan merupakan langkah penting untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual.
“Edukasi seksual harus dimulai sejak tingkat Sekolah Dasar (SD), berlanjut ke Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan seterusnya. Tujuannya adalah agar anak-anak memahami dampak negatif dari seks yang bisa timbul jika tidak dikelola dengan baik. Pendidikan ini akan membantu mereka membuat keputusan yang lebih baik dan melindungi diri mereka sendiri,” jelasnya.
Damayanti juga menambahkan bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas generasi muda. Apa yang mereka alami dan pelajari di usia muda akan berdampak pada masa depan mereka sebagai individu dan sebagai bagian dari masyarakat.
“Nasib bangsa bergantung pada anak-anak kita. Kualitas pendidikan yang mereka terima saat ini akan berdampak pada masa depan negara. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan pendidikan yang tepat dan dukungan yang diperlukan,” tutupnya. (ADV)













