Samarinda,- Anggota DPRD Kota Samarinda, Anhar, mengeluarkan kritik pedas terhadap kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Walikota terkait pembangunan jalan di wilayahnya.
Menurutnya, pembangunan jalan saat ini lebih banyak menghabiskan biaya karena tidak didasari oleh pengkajian yang mendalam.
“Pembangunan jalan yang dilakukan saat ini lebih banyak menghabiskan biaya karena tidak dilakukan dengan pengkajian yang mendalam. Kalau jalan itu sebenarnya niat baik tapi tanpa pengkajian yang mendalam sehingga terjadilah seperti itu tadi. Abis di cor tekelupas karena ga ada drainase,” ujar Anhar dalam rapat pada 9 Juli 2024.
Anhar juga mempertanyakan pengetahuan teknis dari pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan tersebut, khususnya dalam hal pengelolaan air melalui drainase.
“Sekolah konstruksinya itu dimana. Mereka kan rata-rata teknik sipil kalau orang PUPR. Ngerti lah sebenarnya, harusnya dibikin dulu drainasenya sambil pembenahan, kalau gitu kan rugi. Buang buang biaya. Pemerintah kita kan senangnya bangun-bangun gitu,” tambahnya.
Menurut Anhar, pembangunan infrastruktur jalan yang tidak disertai dengan sistem drainase yang memadai dapat menyebabkan kerusakan yang lebih cepat.
Ia menyoroti bahwa tanpa adanya drainase yang memadai, jalan yang baru saja diaspal atau dicor akan cepat mengalami kerusakan.
Kritik yang disampaikan Anhar ini mencerminkan keluhan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur di Samarinda, dengan harapannya agar pemerintah lebih bijak dalam merencanakan dan melaksanakan proyek-proyek pembangunan demi menghindari pemborosan biaya.
“Tentunya harapannya pemerintah lebih bijak dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan agar biaya yang dikeluarkan tidak sia-sia,” tutupnya. (ADV)













