Samarinda — Upaya memperkuat sektor perikanan rakyat terus menjadi perhatian Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Baharuddin Demmu. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu kembali menunjukkan konsistensinya dengan menyalurkan 25 unit mesin ketinting kepada Kelompok Persatuan Nelayan dan Kelompok Danau Harapan di Desa Jantur Induk, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (18/12/2025).
Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung aktivitas nelayan tradisional yang selama ini bergantung pada transportasi sungai dan danau dalam menjalankan usaha penangkapan ikan di kawasan ulu Sungai Mahakam. Mesin ketinting dinilai menjadi kebutuhan vital, mengingat kondisi geografis wilayah Muara Muntai yang didominasi perairan dan jalur sungai.
Dalam sambutannya, Baharuddin Demmu menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan nelayan tidak bisa hanya berhenti pada wacana, tetapi harus diwujudkan melalui program nyata yang langsung menyentuh kebutuhan di lapangan.
“Nelayan kita bekerja dengan segala keterbatasan. Mesin ketinting ini diharapkan bisa membantu memperlancar aktivitas mereka, sehingga hasil tangkapan meningkat dan biaya operasional bisa ditekan,” ujar Baharuddin Demmu.
Ia menyebutkan, bantuan tersebut merupakan bagian dari realisasi APBD Perubahan Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025, yang diperjuangkan melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan dieksekusi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim.
“Ini adalah komitmen politik yang kami jaga. Ketika anggaran disahkan, maka tanggung jawab kami adalah memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya nelayan,” katanya.
Lebih lanjut, Baharuddin menilai nelayan di wilayah Kutai Kartanegara, baik di pesisir maupun di kawasan ulu Mahakam, memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Oleh sebab itu, dukungan sarana dan prasarana perikanan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
“Nelayan adalah penjaga ekosistem perairan sekaligus tulang punggung ekonomi masyarakat. Kalau mereka sejahtera, maka desa akan hidup, ekonomi bergerak, dan ketahanan pangan terjaga,” tegasnya.
Politisi yang dikenal dekat dengan komunitas nelayan ini juga menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan program-program pro-rakyat lainnya, mulai dari bantuan alat tangkap, peningkatan kapasitas kelompok nelayan, hingga akses permodalan dan perlindungan sosial.
“Kami tidak ingin bantuan ini berhenti di sini. Ke depan, kami akan dorong program lanjutan agar nelayan memiliki akses yang lebih luas terhadap teknologi, permodalan, dan perlindungan usaha,” tambah Baharuddin.
Sementara itu, penyaluran bantuan mesin ketinting tersebut disambut antusias oleh para nelayan Desa Jantur Induk. Mereka berharap dukungan dari pemerintah daerah dan DPRD Kaltim dapat terus berlanjut, mengingat tantangan yang dihadapi nelayan semakin kompleks, mulai dari fluktuasi harga ikan hingga kondisi alam yang tidak menentu.
Dengan adanya bantuan mesin ketinting ini, diharapkan aktivitas melaut nelayan menjadi lebih efektif, jangkauan penangkapan semakin luas, serta pendapatan masyarakat nelayan di Muara Muntai dapat meningkat secara berkelanjutan. (Mujahid)













