Samarinda – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menjaga kestabilan harga bahan pokok semakin terlihat nyata melalui program Bebaya Mart yang kini tersebar di sejumlah titik kota.
Inisiatif Wali Kota Andi Harun ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok, mencegah gejolak harga, sekaligus menjadi instrumen penting pengendalian inflasi daerah.
Pelaksanaan di lapangan dipercayakan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Varian Niaga. Selain memastikan stok kebutuhan masyarakat tetap aman, lembaga ini juga berperan sebagai penghubung dengan pelaku usaha dan investor agar distribusi barang berjalan lancar.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menegaskan peran Varian Niaga sangat vital dalam menjaga stabilitas harga pangan.
“Varian Bebaya kan punya Varian Niaga, salah satu BUMD yang ada di Kota Samarinda,” ujarnya di Gedung DPRD (7/09/2025).
Ia menjelaskan, mandat BUMD tersebut tidak sebatas menjaga ketersediaan stok, tetapi juga melakukan intervensi saat harga mulai berfluktuasi.
“Varian Niaga ini juga mempunyai tugas untuk menjaga dan menekan laju inflasi di daerah,” jelasnya.
Iswandi mencontohkan, Varian Niaga kerap turun langsung ketika terjadi kelangkaan barang.
“Misalkan kemarin kita kekurangan pasokan ayam, dia yang pasok, bawang juga dia yang pasok, langsung dari sumbernya di Pulau Jawa,” katanya.
Langkah cepat ini dinilai mampu meredam spekulasi harga yang berpotensi membebani masyarakat.
Menurutnya, keberadaan titik distribusi Bebaya Mart yang dikelola Varian Niaga memberi dampak positif pada pasar lokal.
“Kalau dia buat beberapa titik, saya merespons sangat baik. Minimal menstabilkan harga-harga yang ada. Tujuan utamanya kan supaya tingkat inflasi kita tetap terjaga,” tegasnya.
Iswandi menyebut kebijakan tersebut sebagai bukti nyata keberpihakan Pemkot terhadap kebutuhan dasar warga.
“Ini salah satu tugas dari Varian Niaga yang ditugaskan wali kota,” pungkasnya.
Dengan intervensi terarah melalui Bebaya Mart, harga bahan pokok di Samarinda diharapkan tetap terkendali. Program ini menjadi harapan baru agar lonjakan harga pangan tidak lagi menjadi masalah yang membebani masyarakat. (adv)













