Kukar – Suasana Balai Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, tampak ramai pada Selasa (19/8/2025). Masyarakat, perangkat desa, hingga tokoh setempat berkumpul dalam Musyawarah Pembangunan Desa (Musrenbang) untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2026.
Dalam forum itu, hadir pula Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Timur, Baharuddin Demmu. Kehadiran legislator dapil Kukar tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen nyata untuk memastikan rencana pembangunan desa berjalan sesuai harapan warga.
“Melalui kegiatan Musrenbangdes ini, tentunya menjadi corong aspirasi pembangunan di Desa Tanjung Limau selama satu tahun ke depan,” ujar Baharuddin di hadapan peserta musyawarah.
Menurutnya, Musrenbangdes tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Sebaliknya, forum ini harus menjadi ruang nyata untuk menampung, merumuskan, sekaligus memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat desa.
“Idealnya Musrenbangdes ini bukan hanya seremonial. Kita semua harus benar-benar memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan warga, khususnya masyarakat Desa Tanjung Limau,” tegasnya.
Komitmen Mengawal Aspirasi Desa
Baharuddin menekankan, posisi legislatif adalah perpanjangan tangan rakyat. Karena itu, ia berjanji akan terus mengawal aspirasi desa, mulai dari usulan infrastruktur, fasilitas pendidikan, hingga kebutuhan pelayanan dasar masyarakat lainnya. Semua itu, menurutnya, harus masuk dalam prioritas pembangunan desa agar kesejahteraan benar-benar dirasakan.
“Kalau kita bicara pembangunan, tentu yang kita maksud bukan sekadar proyek, tetapi sesuatu yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Itu yang akan saya kawal,” tambahnya.
Figur Yang Dekat dengan Desa
Bagi perangkat desa di Kutai Kartanegara, nama Baharuddin Demmu bukanlah sosok asing. Ia dikenal kerap hadir dalam Musrenbangdes dari tahun ke tahun. Kehadirannya dianggap penting karena membuka ruang komunikasi langsung antara warga dan legislatif.
“Keterlibatan langsung dalam forum seperti ini sangat vital. Dari sinilah saya bisa mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, tanpa perantara,” ungkapnya.
Baharuddin meyakini, pembangunan desa akan berjalan efektif bila ada sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan wakil rakyat. Dengan komunikasi yang intens, aspirasi warga tidak hanya terdengar, tetapi juga bisa diperjuangkan hingga level kebijakan yang lebih tinggi.
Baharuddin pun mengajak seluruh pihak untuk tidak berhenti pada wacana. Ia ingin setiap usulan masyarakat benar-benar dikawal agar dapat diwujudkan.
“Kalau desa kuat, maka daerah pun akan maju. Dan kalau daerah maju, tentu kesejahteraan rakyat bisa tercapai. Itulah mengapa forum Musrenbangdes ini harus kita jadikan pintu aspirasi yang nyata,” pungkasnya penuh optimisme. (Mujahid)













