TENGGARONG — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui **Bidang Cipta Karya tengah menyiapkan langkah konkret dalam penataan ulang kawasan Pasar Seni Tenggarong, yang selama ini dinilai belum termanfaatkan secara optimal sebagai ruang publik produktif.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan Dinas PU Kukar dalam rapat koordinasi teknis bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, yang digelar Selasa (15/7/2025).
Fokus utama pembahasan, adalah perumusan desain kawasan berbasis fungsi sosial, ekonomi kreatif, dan budaya masyarakat.
**Kepala Bidang Cipta Karya DPU Kukar, Muhammad Jamil**, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan kajian awal terhadap kondisi eksisting Pasar Seni, termasuk identifikasi potensi dan kendala di lapangan.
Kajian tersebut, akan menjadi dasar dalam menyusun konsep penataan kawasan, yang realistis dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami telah mengkaji kondisi fisik dan sosial di sekitar kawasan Pasar Seni, dan akan menyusun konsep penataan yang tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga relevan dengan harapan publik dan arah pembangunan daerah,” ujar Jamil.
Ia juga menekankan bahwa proses perencanaan akan dilaksanakan secara **transparan**, **berbasis data**, dan **terbuka terhadap masukan publik**, sejalan dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang partisipatif.
“Seluruh tahapan akan kami pastikan akuntabel dan bisa dipertanggungjawabkan, mulai dari penentuan zonasi hingga integrasi dengan ruang terbuka publik lainnya,” tegasnya.
Rapat teknis tersebut menghasilkan beberapa poin strategis, antara lain pemetaan zonasi kegiatan dalam kawasan, rencana konektivitas dengan taman kota dan fasilitas publik sekitarnya, serta pengembangan skema dukungan terhadap pelaku seni dan pelaku UMKM lokal yang akan turut menghidupkan kawasan Pasar Seni.
Dinas PU Kukar menargetkan bahwa finalisasi rencana teknis penataan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, dengan koordinasi lintas sektor tetap menjadi bagian penting dalam perumusan kebijakan desain kawasan.
Jamil menambahkan bahwa revitalisasi kawasan Pasar Seni akan membawa nilai lebih bukan hanya dari aspek estetika, tetapi juga sebagai bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam menciptakan ruang kota yang inklusif dan fungsional.
“Kami ingin kawasan ini menjadi simbol identitas kota Tenggarong yang kaya akan nilai budaya dan kreativitas masyarakat,” katanya.
* Dan, ini bukan hanya penataan fisik, tetapi juga ruang hidup sosial masyarakat Kukar,” pungkasnya. (Adv-DPU Kukar)














