SANGATTA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur (Kutim) memperkuat langkah pengelolaan keanekaragaman hayati dengan penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP KEHATI). Fokus kegiatan ini adalah memastikan keberlanjutan ekosistem dan pemanfaatan sumber daya hayati secara bijak.
Belum lama ini, DLH Kutim bersama Pusat Studi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (PSLH-SDA) LP2M Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Tahap II di Hotel Royal Victoria. Kegiatan ini menghimpun masukan lintas sektor untuk menyempurnakan draf RIP KEHATI, yang menjadi pedoman bagi pemerintah dan pihak swasta.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, menegaskan bahwa RIP KEHATI menjadi instrumen strategis dalam pengelolaan keanekaragaman hayati secara terpadu. “Dokumen ini akan menyatukan seluruh sektor pembangunan dengan prinsip keberlanjutan,” ujarnya. Ia mencontohkan perlunya pelestarian buaya badas di Long Mesangat dan tanaman langka di Taman Nasional Kutai (TNK).
Kepala DLH Kutim, Aji Widhaya Effendi, menambahkan bahwa RIP KEHATI merupakan dokumen kerangka lima tahun yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Penyusunan dilakukan secara sistematis mulai dari pengumpulan data, analisis, hingga integrasi dengan RPJMD. Target penyelesaian dokumen ini diperkirakan empat bulan, dengan output berupa database dan master plan pengelolaan keanekaragaman hayati.
FGD diikuti oleh 55 peserta dari pemerintah, akademisi, kecamatan, dan pelaku pembangunan. Aji menekankan pentingnya masukan dari seluruh pihak agar dokumen ini bisa tersusun komprehensif dan menjadi pedoman nyata pengelolaan sumber daya hayati di Kutim. “Ini tanggung jawab bersama untuk menjaga keseimbangan ekosistem,” pungkasnya. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













