TENGGARONG – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Arianto, menekankan pentingnya memahami indikator-indikator yang harus ada dalam sebuah desa untuk mencapai status desa maju.
Menurut Arianto, ada tiga indikator utama yang menjadi fokus dalam penilaian berdasarkan konsep dari Kementerian Desa, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan.
“Dalam proses pengukuran, kami mengacu pada indeks ekonomi, sosial, dan lingkungan yang telah ditetapkan. Ini menjadi landasan bagi kami untuk mendorong kemajuan desa,” ungkap Arianto.
Salah satu aspek yang ditekankan dalam pengembangan ekonomi desa adalah sektor pariwisata.
Pemerintah memberikan dana transfer kepada desa melalui Dana Desa yang bersumber dari APBN, yang kemudian ditransfer melalui APBD kabupaten/kota sesuai kebutuhan desa masing-masing.
Arianto memberikan contoh Desa Pela, yang memiliki destinasi wisata berupa pesut dan wisata danau yang telah mendapatkan nominasi dari Kementerian Pariwisata. Kabupaten memberikan bantuan anggaran hingga 500 juta rupiah untuk pembangunan gazebo dan perbaikan jalan guna mendukung pariwisata desa tersebut.
Untuk desa yang memiliki potensi pariwisata namun mengalami kendala, seperti Desa Kedangmurung yang memiliki destinasi wisata Kedangsarai, diberikan bantuan berupa penerangan jalan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kunjungan wisatawan.
Selain itu, program unggulan Kukar seperti Program Terang Kampung bertujuan memberikan akses listrik selama 24 jam kepada desa-desa yang sebelumnya mengalami keterbatasan listrik.
“Pada tahun 2021, masih terdapat 17 desa atau lokasi yang belum memiliki akses listrik. Namun, pada tahun 2024, alhamdulillah, semua desa telah teraliri listrik,” tutupnya. (Yah/ADV/DiskominfoKukar)













