Samarinda — DPRD Kota Samarinda menegaskan bahwa percepatan penurunan angka stunting tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menyebut upaya tersebut membutuhkan peran aktif masyarakat, dunia usaha, media massa, dan berbagai elemen lainnya agar target nasional sebesar 18 persen pada 2025 dapat tercapai.
“Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, semua pihak harus ikut bergerak. Ini menyangkut masa depan anak-anak Samarinda,” tegas Sri Puji (13/10/2025).
Berdasarkan data, angka stunting di Samarinda masih berada di angka 20,3 persen pada tahun sebelumnya. Pemerintah pusat menargetkan angka itu turun menjadi 18 persen pada tahun ini.
Menurut Sri Puji, capaian tersebut tidak akan mudah dicapai jika tidak ada sinergi lintas sektor. Ia juga menyoroti berbagai tantangan sosial seperti ketimpangan ekonomi dan permasalahan gizi keluarga yang memperlambat upaya penurunan angka stunting di daerah.
“Masalah stunting bukan sekadar soal kesehatan, tapi menyangkut kondisi sosial masyarakat. Kalau semua elemen bergerak, hasilnya akan jauh lebih cepat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sri Puji menambahkan, DPRD Samarinda berkomitmen mendorong kolaborasi bersama berbagai pihak untuk memastikan program percepatan penurunan stunting berjalan efektif.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan peningkatan kualitas hidup anak-anak Samarinda menuju Indonesia Emas 2045. (adv)













