Samarinda – Meningkatnya fenomena merokok dan penggunaan vape di kalangan anak muda menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menegaskan bahwa upaya pencegahan harus diarahkan pada generasi muda agar tidak menjadi perokok pemula.
“Kita tidak bisa melarang orang yang sudah terbiasa merokok untuk berhenti, tapi yang terpenting adalah mencegah anak-anak muda menjadi perokok baru,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Samarinda.
Sri Puji mengingatkan bahwa bahaya rokok tidak hanya sebatas penyakit paru-paru, tetapi juga berpotensi menjadi pintu masuk menuju penyalahgunaan zat adiktif lain seperti narkoba.
“Rokok itu sering jadi pintu awal menuju narkoba,” tegasnya.
Ia juga menyoroti tren penggunaan rokok elektrik atau vape yang semakin marak di kalangan remaja. Vape kerap dianggap sebagai simbol gaya hidup modern dan prestise, padahal risikonya terhadap kesehatan tak kalah berbahaya.
“Banyak anak muda menganggap vape itu keren, apalagi harganya mahal. Padahal liquid yang digunakan mengandung bahan kimia berbahaya,” jelasnya.
Menurut Sri Puji, peran orang dewasa sangat penting dalam memberikan contoh nyata. Edukasi melalui teladan dinilai lebih efektif dibanding sekadar larangan formal.
“Bukan hanya melarang, tapi orang dewasa juga harus menunjukkan perilaku sehat sebagai contoh bagi anak-anak,” tambahnya.
Ia menekankan perlunya sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan komunitas dalam memberikan pemahaman menyeluruh mengenai dampak buruk rokok dan vape.
Upaya preventif yang konsisten dinilai menjadi kunci untuk melindungi generasi muda Samarinda dari kebiasaan berbahaya tersebut. (adv)













