
SANGATTA – Anggota Komisi C DPRD Kutai Timur (Kutim), Novel Tyty Paembonan, menyoroti ketergantungan ekonomi daerah yang masih bertumpu pada sektor pertambangan dan kelapa sawit. Ia menilai potensi lahan tidur belum dimanfaatkan optimal untuk diversifikasi ekonomi.
Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara di Sangatta. Paembonan mengungkapkan Kabupaten Kutim sebenarnya memiliki peluang besar di sektor pertanian yang lebih beragam.
“Kutim ini punya lahan tidur yang sangat besar, sangat luas, yang sampai hari ini kita tidak manfaatkan,” ujarnya.
Ia menekankan kondisi geografis Indonesia sebagai negara tropis merupakan keunggulan komparatif yang tidak dimiliki banyak negara.
“Sementara kita tahu sendiri, kita kan berada di negara tropis. Kita nggak perlu ada musim dingin, musim salju, nggak ada. Sepanjang 12 bulan, apapun bisa kita tanam. Iya kan?” kata Paembonan.
Lebih lanjut, politikus tersebut mencontohkan perlunya melibatkan ahli untuk menyusun strategi pertanian yang tepat.
“Kita panggil ahli pertanian dari IPB Bogor misalnya. “bulan ini sampai bulan ini tanam apa yang bagus?, Kondisi tanahnya, ini cocok untuk apa?”, Iya kan?” imbuhnya.
Paembonan meyakini semua tantangan dapat diatasi dengan komitmen dan perencanaan matang.
“Bisa kawan, Tinggal niat, Iya kan? Niati dulu, kerjakan, rencanakan, komunikasi dengan semua pihak. insya Allah pasti ada,” pungkasnya.
Pernyataan ini menguatkan pandangan perlunya pembangunan sektor ekonomi baru di Kutim guna mengurangi ketergantungan pada industri ekstraktif yang rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global. (ADV)













