Berau– Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Berau menggelar Mimbar Bebas di Perempatan Km 5 Berau, pada Jumat (28/02/25). Aksi ini diikuti oleh kader GMNI cabang Berau dan seluruh kader komisariat dengan menyampaikan orasi politik dan puisi dalam suasana damai. Kegiatan ini bertujuan untuk memantik gerakan di daerah serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu kebijakan nasional yang dianggap merugikan rakyat.
Dalam orasinya, Ketua DPC GMNI Berau, Joshua, menyoroti dampak kebijakan yang mereka sebut sebagai bagian dari “Indonesia Gelap.”
Menurutnya, kebijakan tersebut mencakup pemangkasan anggaran pendidikan, pemutusan hubungan kerja (PHK) guru honorer, serta kebijakan yang lebih menguntungkan sektor pertambangan dibandingkan kesejahteraan rakyat.
“Setelah mimbar bebas ini, kami berharap masyarakat dan mahasiswa lebih peka terhadap isu-isu yang berkembang. Kebijakan dalam Indonesia Gelap ini akan berdampak besar, terutama pada sektor pendidikan dan kesejahteraan tenaga pengajar,” tegas Joshua.
Selama tiga jam, mimbar bebas ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan tuntutan mereka. Salah satu poin utama yang disoroti adalah Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. GMNI Berau secara tegas meminta kepala daerah Berau untuk menolak instruksi tersebut.
“Sebagai representatif masyarakat Berau, saya kira sudah saatnya pimpinan daerah yang dipilih langsung oleh rakyat berani mengambil sikap tegas menolak Inpres Nomor 1 Tahun 2025,” tambah Joshua.
Aksi ini bukanlah akhir dari perjuangan GMNI Berau. Mereka berencana untuk melanjutkan gerakan yang lebih besar dan konsisten hingga kebijakan tersebut dicabut. GMNI Berau menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal isu ini dan mengajak masyarakat untuk turut serta dalam perjuangan membela kepentingan publik. (Mujahid)













