MAGELANG – Dalam rangka meningkatkan potensi pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) di Kutai Timur, rombongan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) yang dipimpin oleh Sekretaris Kabupaten (Seskab) Rizali Hadi, melakukan kunjungan studi tiru ke Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah mempelajari praktik terbaik pengelolaan UKM berbasis produk lokal yang telah sukses dan dapat diterapkan di Kutai Timur.
Pada hari kedua kunjungan, rombongan mendatangi Desa Trenten, Kecamatan Candimulyo, yang dikenal sebagai pusat produksi gula semut. Kelompok Wanita Tani (KWT) “Nira Lestari” yang dipimpin oleh Ella Rizky Farihatul Maftuhah menyambut rombongan dengan hangat dan penuh antusiasme. Dalam pemaparannya, Ella menjelaskan bahwa produk utama mereka, gula kelapa organik, telah berhasil menembus pasar internasional dan diekspor ke Belanda, Korea Selatan, serta Malaysia.
Selain gula semut, KWT “Nira Lestari” juga memproduksi berbagai produk turunan kelapa seperti minyak kelapa murni (VCO), asap cair, dan inovasi terbaru mereka, “Vegan Nektar”. Produk ini berupa madu kelapa yang memiliki indeks glikemik rendah dan aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Ella berbagi tentang proses panjang dan tantangan yang dihadapi KWT dalam mengembangkan usaha hingga mencapai skala ekspor, termasuk strategi untuk mempertahankan kualitas produk dan mengatasi hambatan pasar.
Seskab Rizali Hadi menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian KWT “Nira Lestari” dan melihat bahwa model usaha ini bisa diadopsi di Kutai Timur, terutama dengan memanfaatkan potensi kelapa aren genjah yang ada di daerah tersebut. “Kami ingin mengembangkan aren genjah di Kutai Timur sebagai produk andalan, dan mendukung kelompok tani agar bisa menghasilkan produk bernilai tambah,” ujarnya kepada media Pro Kutim.
Rizali berharap bahwa studi tiru ini bisa menjadi titik awal bagi masyarakat dan para pelaku usaha di Kutai Timur untuk berinovasi lebih lanjut dalam mengolah sumber daya lokal. “Kami akan mendukung penuh anak-anak muda yang ingin berinovasi, karena itu akan membawa dampak positif untuk perekonomian daerah,” tegasnya.
Studi ini juga menyoroti komitmen Pemkab Kutim untuk mendorong kreativitas dan inovasi di kalangan generasi muda. Diharapkan hasil dari kunjungan ini dapat memberikan dorongan bagi para pelaku usaha di Kutai Timur untuk mengembangkan produk-produk lokal yang bernilai tambah tinggi dan memiliki daya saing di pasar internasional. Melalui langkah-langkah ini, Kutai Timur diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan menggerakkan roda ekonomi daerah dengan lebih baik.













