Samarinda — Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Jasno, angkat suara menanggapi sorotan tajam terhadap pengelolaan sampah di kota ini. Ia menilai kritik-kritik yang muncul cenderung tidak membangun, padahal upaya Pemkot Samarinda justru sudah mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat.
Menurut Jasno, kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (MenLHK) RI, Hanif Faisal Nurofiq, ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan pada 3 Juli 2025 lalu menjadi bukti bahwa pemerintah daerah telah menunjukkan progres nyata.
“Pemkot dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah bekerja dengan baik. Respon MenLHK juga positif, artinya ada langkah yang dihargai oleh pusat,” ujarnya
(23/7/2025).
Ia mengingatkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tapi juga memerlukan dukungan aktif dari masyarakat. Jasno menyayangkan adanya pihak-pihak yang menurutnya lebih suka mencela ketimbang terlibat dalam solusi.
“Kalau ada kekurangan, mari saling mengingatkan, bukan menyalahkan. Ini kota kita bersama,” tegasnya.
Diketahui, Pemkot Samarinda kini tengah membenahi sistem pengelolaan sampah, termasuk perbaikan TPA Sambutan dan rencana pengadaan insinerator untuk menggantikan praktik open dumping yang selama ini menjadi sorotan.
Bagi Jasno, respons positif dari Menteri LHK adalah validasi bahwa arah kebijakan pengelolaan sampah sudah tepat. Ia pun mengajak semua pihak untuk menghentikan narasi-narasi pesimis yang hanya memperkeruh situasi.
“Ini pekerjaan jangka panjang. Jangan hanya menuntut, mari juga ikut menjadi bagian dari penyelesaiannya,” pungkasnya. (adv)













