Sangatta – Pemberdayaan petani lebah kelulut di Sangatta memasuki babak baru. Pada tahun 2024 ini, pihak PT. Pertamina EP Sangatta Field melalui Program Pengembangan Tani Hutan Kelulut Sangatta (Prolekta) mendorong kelompok untuk memantapkan diri membangun beberapa sub unit usaha.
Diharapkan bahwa sub unit itu menjadi wadah yang kuat bagi pemberdayaan dan perekonomian kelompok ke depannya.
“Subunit usaha ini berperan penting dalam memproduksi madu kelulut, mengembangkan wisata edukatif, hingga menciptakan produk kreatif khas Kutai Timur yang berkelanjutan,” jelas Elis Fauziyah, Head of Communication Relations & CID Zona 9.
Pencapaian lain dari Prolekta menurut Elis adalah mampu mengurangi emisi karbon hingga 0,15172 ton CO2 per tahun. Selain itu, Bank Sampah Trigona Sederhana yang didirikan juga mampu mengolah 100 kilogram sampah plastik menjadi media tanam.
Keberhasilan di tahun ini sangat menggembirakan, mengingat ketika diluncurkan di tahun 2021, Prolekta memulai dari upaya sederhana memperbaiki budidaya lebah kelulut para petani. Pencapaian yang didapatkan hari ini merupakan hasil dari inovasi-inovasi terus menerus
Manager Sangatta Field Cahyo Nugroho, keberhasilan program CSR ini salah satunya karena dikembangkan dengan menggunakan hasil pemetaan sosial di sekitar wilayah operasi. Sehingga inovasi-inovasi yang dilakukan dapat ditemukan dan dijalankan dengan cepat.
“Kami memastikan bahwa program yang kami jalankan selaras dengan kebutuhan dan potensi lokal, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Kerjasama yang dibangun dengan pemerintah daerah, UMKM, dan masyarakat lokal juga menjadi jaminan keberhasilan pemberdayaan. Keberhasilan ini semakin memacu PEP Sangatta Field untuk memperluas cakupan program-program CSR-nya. Tidak lupa juga menyelaraskannya dengan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).













