Samarinda – Di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan kompetisi global, Kalimantan Timur dituntut untuk tidak hanya bergantung pada kekuatan sumber daya alam, tetapi mulai membangun ketahanan ekonomi berbasis manusia dan ekonomi kerakyatan.
Isu ini menjadi perhatian serius DPRD Kalimantan Timur, terutama dalam menyusun strategi pembangunan jangka panjang yang lebih berkelanjutan.
Menurut anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Firnadi Ikhsan, kunci utama daya tahan ekonomi terletak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sektor UMKM, serta pelatihan tenaga kerja yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
“Pembangunan jangan hanya dipahami dalam bentuk infrastruktur fisik. Peningkatan kapasitas manusia dan ekonomi lokal justru menjadi fondasi utama agar daerah ini bisa mandiri secara ekonomi,” ujar Firnadi, Rabu (6/8/2025).
Ia menjelaskan bahwa pendidikan harus menjadi pintu masuk utama dalam strategi peningkatan kualitas SDM. Oleh karena itu, dukungan terhadap lembaga pendidikan tidak cukup hanya bersifat simbolik, tapi harus menyentuh aspek nyata seperti hibah yang tepat sasaran dan peningkatan fasilitas belajar.
Pendidikan yang berkualitas diyakini akan melahirkan tenaga kerja yang siap bersaing di era industri yang terus berkembang.
Tak kalah penting adalah peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Dalam pandangannya, usaha kecil dan menengah bukan sekadar kegiatan ekonomi berskala mikro, tetapi potensi besar untuk menyerap tenaga kerja dan mendorong perputaran ekonomi daerah.
Firnadi menilai bahwa banyak UMKM gagal berkembang bukan karena kurang potensi, melainkan karena minimnya akses terhadap modal, pelatihan manajerial, dan pemasaran.
“Kalau UMKM dibina secara serius dan diberi ekosistem yang sehat, mereka bisa jadi penggerak utama ekonomi daerah,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya reformulasi kebijakan pelatihan kerja yang selama ini belum sepenuhnya adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Sertifikasi keterampilan, pemetaan kebutuhan industri, serta peningkatan kompetensi menjadi langkah penting agar tenaga kerja lokal tidak kalah bersaing di tengah masuknya investasi besar ke Kalimantan Timur, terutama menjelang pengembangan Ibu Kota Negara (IKN).
Dalam hal ini, Firnadi menekankan bahwa dukungan anggaran harus diarahkan secara strategis. Ia memastikan Komisi II DPRD Kalimantan Timur berkomitmen untuk terus mendorong alokasi belanja daerah ke sektor-sektor prioritas tersebut.
“Selama tiga sektor ini yaitu pendidikan, UMKM, dan pelatihan tenaga kerja benar-benar mendapat porsi perhatian dan pembiayaan yang seimbang, maka pondasi ekonomi daerah akan jauh lebih tangguh menghadapi tantangan ke depan,” tegasnya.
Ke depan, pembangunan ekonomi Kalimantan Timur perlu diarahkan tidak hanya pada pertumbuhan angka-angka statistik, tetapi juga pada ketahanan struktural yang berpijak pada manusia, kreativitas, dan kemandirian ekonomi masyarakat. (Adv DPRD Kaltim)
Penulis NA












