Samarinda – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mencatatkan angka impresif. Namun, pencapaian tersebut belum sepenuhnya membawa perubahan nyata bagi masyarakat di wilayah-wilayah tertinggal.
Anggota DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menyoroti bahwa lonjakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) belum diiringi dengan pemerataan pembangunan yang adil.
Ia menegaskan bahwa sebagian besar aktivitas ekonomi hanya terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur.
“Daerah-daerah lain seperti Mahakam Ulu belum tersentuh secara maksimal. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi kita belum merata dan belum menyentuh kebutuhan masyarakat di daerah pelosok,” ujarnya, Sabtu (14/6/2025).
Reza menilai, arah pembangunan saat ini terlalu fokus pada proyek-proyek berskala besar yang terkonsentrasi di perkotaan. Padahal, sektor-sektor riil seperti pertanian, perikanan, dan kehutanan justru menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di daerah.
“Kalau ingin memperkuat ekonomi rakyat, pembangunan harus menyasar sektor-sektor dasar yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat. Bukan sekadar infrastruktur megah di kota,” tegasnya.
Selain aspek ekonomi, Reza juga menyinggung lemahnya pelaksanaan reformasi birokrasi di Kaltim.
Ia menyebut peta jalan reformasi belum mampu menjawab tantangan struktural yang dihadapi pemerintah daerah.
“Indeks reformasi birokrasi kita bahkan mengalami penurunan. Ini menunjukkan belum ada pembenahan serius dalam tata kelola pemerintahan,” katanya.
Sebagai solusi, ia mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, irigasi, dan sistem pengendalian banjir di seluruh wilayah Kaltim.
“Tanpa keadilan infrastruktur, kesenjangan sosial akan terus melebar. Kita tidak bisa bicara pertumbuhan ekonomi tanpa menjamin pemerataan akses dan layanan dasar,” terangnya.
Reza berharap, isu ketimpangan dan keadilan sosial bisa menjadi prioritas utama dalam perencanaan pembangunan daerah lima tahun ke depan. (ADV/DPRD KALTIM)
Penulis : NA













