SAMARINDA – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menegaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus menjadi perhatian bersama di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi.
Menurutnya, generasi muda perlu membekali diri dengan keterampilan teknis dan kemampuan digital agar mampu bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.
Helmi mengatakan dunia industri saat ini tidak lagi hanya melihat latar belakang pendidikan formal, tetapi juga menilai kemampuan praktis yang dimiliki calon tenaga kerja. Karena itu, penguasaan hard skills dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing lulusan, baik dari tingkat sekolah menengah maupun perguruan tinggi.
“Generasi muda wajib menguasai hard skills praktis dan teknologi digital guna menghadapi lanskap dunia kerja yang berubah total,” ujarnya, Kamis (30/7/2026)
Ia mengungkapkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah pengangguran di Kota Samarinda pada 2025 masih berada di kisaran 25 ribu orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,31 persen. Meskipun angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan 2024 yang mencapai 5,75 persen, menurutnya jumlah pencari kerja masih tergolong tinggi dan memerlukan perhatian serius.
Helmi menjelaskan setiap tahun ribuan lulusan baru memasuki pasar kerja dengan harapan memperoleh pekerjaan. Namun, pertumbuhan kesempatan kerja belum mampu mengimbangi jumlah lulusan yang terus bertambah sehingga persaingan menjadi semakin ketat.
“Setiap tahun lulusan SMA, S1, bahkan S2 terus bertambah. Semua tentu ingin segera bekerja, tetapi dunia usaha sekarang lebih mengutamakan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dibanding sekadar ijazah,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut adanya penyelarasan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta pelaku usaha perlu membangun kolaborasi agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja, termasuk kemampuan di bidang teknologi digital.
Helmi menilai investasi pada peningkatan kualitas SDM akan memberikan dampak jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Tenaga kerja yang kompeten dinilai tidak hanya mampu mengurangi angka pengangguran, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan daya saing Kota Samarinda di tengah perkembangan industri.
Ia menambahkan, tantangan ketenagakerjaan juga masih menjadi perhatian di tingkat provinsi. Berdasarkan data BPS per Februari 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka Kalimantan Timur berada di angka 5,27 persen. Karena itu, Helmi berharap seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat program peningkatan keterampilan agar tenaga kerja lokal mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang. (Adv)













