Samarinda – Komisi III DPRD Kota Samarinda menggelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama Dinas Perhubungan Kota Samarinda terkait Rencana Kerja Kegiatan Tahun Anggaran 2026 dan Rencana Kerja Tahun Anggaran 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Utama Lantai 2 Kantor DPRD Kota Samarinda, Kamis (9/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Komisi III mengevaluasi capaian kinerja Dinas Perhubungan sekaligus membahas progres pelaksanaan program dan kegiatan.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan rapat membahas capaian kinerja Dinas Perhubungan pada 2025, 2026, hingga rencana kegiatan 2027.
“Ya, baik. Tadi kami dijelaskan agenda… kami ada agenda rapat dengan Dinas Perhubungan, itu terkait dengan capaian kinerja di tahun 2025, 2026, dan 2027, termasuk rencana kegiatan akhir tahun 2027. Nah, tadi banyak yang kami bahas,” ujarnya usai rapat.
Menurut Deni, salah satu pembahasan utama adalah capaian indikator realisasi keuangan dan fisik Dinas Perhubungan pada Tahun Anggaran 2026.
Dengan anggaran kurang lebih Rp79 miliar, kata dia, Dinas Perhubungan telah mencatat capaian realisasi fisik dan keuangan di kisaran 30 persen.
“Dengan anggaran kurang lebih Rp79 miliar sekian, itu Dinas Perhubungan telah melaksanakan capaian kinerja fisik dan keuangan di angka sekitar 30-an persen. Nah, itu tadi kurang lebih di angka Rp29 miliar,” katanya.
Ia menjelaskan, realisasi tersebut masih relatif rendah karena sebagian besar kegiatan yang berjalan saat ini merupakan kegiatan rutin.
Sementara itu, pekerjaan fisik baru diperkirakan mulai dilaksanakan pada bulan depan. Hal itu disebabkan adanya perubahan sejumlah titik pekerjaan, termasuk usulan penerangan jalan umum (LPJU) yang bersumber dari Ban-Q maupun pokok-pokok pikiran (pokir).
“Nah, itu tadi memang mereka banyak kegiatan rutin. Artinya, yang untuk kegiatan fisik itu atau kegiatan yang berjalan di tahun 2026 ini baru akan mulai mungkin di bulan depan ya, Pak Kadis ya? Karena memang ada perubahan-perubahan titik, seperti usulan LPJU yang ada perubahan titik dari Ban-Q maupun dari pokok pikiran. Nah, ini sehingga belum bisa dimulai sampai di bulan Juni ini,” jelasnya. (Iqbal Al-Fiqri)












