SANGATTA- Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)-nya, PT Kaltim Prima Coal (KPC) ikut berupaya untuk memenuhi kebutuhan telur di Kutai Timur (Kutim) yang beberapa tahun terakhir ini terus meningkat. Bersama-sama dengan warga yang tergabung dalam Asosiasi Peternak Ayam Petelur Sangatta (APAPS) dan pemerintah daerah melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP), KPC turut menggagas budidaya ayam pullet berbasis komunitas, yang ditargetkan mampu menciptakan rantai produksi telur secara mandiri dan berkelanjutan.
Superintendent Conservation Agribusiness Development PT KPC, Nugroho Dewanto, menyebut program ini sebagai bagian dari transformasi ekonomi desa yang berorientasi pada keberlanjutan. “Kami melihat potensi besar dari masyarakat Sangatta untuk bisa swasembada telur. Budidaya pullet ini bisa menjadi solusi ekonomi keluarga sekaligus menjawab kebutuhan protein hewani masyarakat,” jelasnya.
Salah satu sumbangan KPC dalam program ini, diberikan dalam bentuk pemanfaatan infrastruktur pascatambang milik KPC yang kini diubah menjadi kandang ayam kolektif. Selain itu, dikembangkan pula Mini Feedmill, pabrik mini pakan ternak skala lokal yang diharapkan mampu menekan biaya produksi yang selama ini didominasi oleh pengeluaran pakan, mencapai 70 hingga 80 persen.
Kepala DTPHP Kutim Dyah Ratnaningrum memaparkan bahwa dengan menggunakan pakan ternak produksi sendiri biaya operasional bisa ditekan, dan peternak pun bisa lebih mandiri. Ia pun berjanji untuk memediasi kerjasama antara APAPS dengan program ketahanan pangan milik Polres Kutim yang menanam jagung. “Dengan begitu, pasokan bahan baku pakan bisa tersedia dan terjangkau,” tambah Dyah.
Program budidaya ini juga membekali para peserta dengan pelatihan menyeluruh, dari teknik pemeliharaan ayam hingga manajemen usaha kecil. Setiap rumah tangga diberi peluang untuk memulai usaha mandiri dengan modal dasar berupa bibit ayam dan pakan awal. Harapannya, pendekatan ini tidak hanya bisa memberdayakan individu, tapi memperkuat jaringan sosial antarwarga lewat semangat gotong royong. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













