TENGGARONG – Ancaman alih fungsi lahan pertanian di Kutai Kartanegara (Kukar) semakin nyata, seiring dengan pesatnya pembangunan kawasan industri dan permukiman.
Namun, Pemkab Kukar tidak tinggal diam. Modernisasi pertanian kini menjadi strategi utama untuk mempertahankan ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas petani.
Sebagai pemasok 42 persen kebutuhan beras Kalimantan Timur (Kaltim), Kukar harus beradaptasi dengan perubahan zaman agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pangan regional.
“Jika kita tidak segera mengadopsi teknologi pertanian modern, kita bisa kehilangan produktivitas karena berkurangnya luas lahan,” ujar Bupati Kukar, Edi Damansyah, Senin (3/3/2025).
“Oleh karena itu, kami terus mendorong petani menggunakan alat dan sistem pertanian yang lebih efisien,” sambungnya.
Beberapa langkah konkret yang dilakukan Pemkab Kukar untuk memodernisasi pertanian, antara lain mekanisasi pertanian.
Langkah ini diambil untuk mendorong penggunaan traktor, drone penyemprot pupuk, dan irigasi pintar untuk meningkatkan hasil panen.
Kemudian, Sistem Pertanian Berkelanjutan. Hal ini dilakukan dengan menanam lebih dari satu jenis komoditas (polikultur) untuk menghindari ketergantungan pada satu produk saja.
Selanjutnya, pendidikan dan pelatihan petani. Pemkab Kukar sengaja memberikan pendampingan teknis kepada petani agar lebih siap menghadapi tantangan pertanian modern.
Dengan langkah ini, Pemkab Kukar berharap pertanian tetap bisa berkembang, meskipun luas lahan semakin menyempit. (ADV)













