Samarinda – Gagasan pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan kembali ditegaskan Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, yang mendorong percepatan realisasi Bandara Mahulu sebagai bentuk kehadiran negara di kawasan terluar provinsi.
Menurut Ekti, Mahakam Ulu selama ini berada dalam posisi geografis yang sangat terisolasi. Jalur darat yang sulit ditembus dan ketergantungan pada transportasi sungai membuat kebutuhan infrastruktur udara menjadi tidak terhindarkan.
Ia menyebut pembangunan bandara sebagai momentum penting untuk mengubah wajah Mahulu dalam jangka panjang.
Bandara tersebut kini menjadi bagian dari rencana strategis lintas anggaran, yang melibatkan pembiayaan dari APBD Mahulu, APBD Kaltim, hingga APBN. Untuk tahap awal 2025, Pemprov telah mengalokasikan dana sebesar Rp40 hingga Rp45 miliar.
“Pembangunan ini bukan hanya soal fasilitas, tapi representasi bahwa negara hadir di wilayah yang selama ini termarjinalkan,” ungkap Ekti, Kamis (19/6/25).
Meski proyek telah masuk prioritas, pelaksanaan teknisnya masih dalam fase perencanaan. Sejumlah dokumen penting seperti DED, KAK, dan RAB tengah difinalisasi oleh Dinas Cipta Karya Kaltim, yang baru saja menerima pelimpahan tanggung jawab dari Dinas Perhubungan karena menyesuaikan struktur kewenangan.
Ekti menilai dinamika peralihan ini harus dijawab dengan percepatan kerja lintas sektor.
Ia menekankan bahwa waktu dua bulan untuk penyusunan dokumen dan dua bulan untuk proses tender bisa menjadi hambatan bila tidak dikawal serius.
“Kita ingin pelaksanaan fisik tidak menunggu terlalu lama. Kalau tahapan bisa dipadatkan, proses konstruksi bisa mulai lebih cepat,” katanya.
Lebih lanjut, Ekti menyampaikan bahwa pembangunan bandara juga didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Mahulu. Saat ini, nota kesepahaman antar kepala daerah sedang difinalisasi untuk memperkuat dasar hukum kerja sama tersebut.
“Kolaborasi antarpemerintah daerah adalah kunci. Dengan dasar hukum yang jelas, tidak ada alasan lagi menunda pembangunan strategis ini,” tutup Ekti.(ADV DPRD KALTIM)
Penulis : NA













