SANGKULIRANG – Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi mengadakan kunjungan kerja ke Kecamatan Sangkulirang, menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memantau langsung layanan publik. Pertemuan berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Sangkulirang dengan kehadiran tokoh masyarakat, kepala desa, dan pejabat penting seperti Kadis Perindag Nora, Bappeda Kutim, serta Direktur RSUD Sangkulirang.
Plt Camat Cipto Buntoro menyampaikan rencana pembangunan pasar baru yang diharapkan menjadi pusat ekonomi representatif, menampung sekitar 450 pedagang, dan dapat diakses melalui jalur darat maupun laut. Infrastruktur penunjang seperti jalan, drainase, dan fasilitas umum dianggap krusial agar pasar berkembang secara terpadu.
Menanggapi hal ini, Wabup Mahyunadi menekankan kesiapan pemerintah daerah dalam pembangunan berkelanjutan, serta potensi Sangkulirang sebagai calon ibu kota kabupaten bila terjadi pemekaran. “Masyarakat Sangkulirang harus siap, jangan sampai tertinggal. Pembangunan harus merata dan strategis,” ujar Mahyunadi.
Dalam sesi dialog terbuka, warga mengajukan berbagai masukan mulai dari kondisi jalan, fasilitas kesehatan, hingga isu lingkungan. Mahyunadi berkomitmen menindaklanjuti aspirasi tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. “Saya datang untuk mendengar, melihat, dan bekerja bersama masyarakat,” tegasnya.
Kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan RSUD Sangkulirang. Wabup menilai fasilitas kesehatan masih memerlukan peningkatan signifikan, baik dari sisi infrastruktur maupun tenaga medis. “RSUD harus menjadi rujukan utama masyarakat pesisir, fasilitas dan layanan harus diperkuat,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Kutim menghadirkan kepemimpinan yang responsif, solutif, dan berorientasi pada pembangunan merata. Dengan mendengar aspirasi langsung masyarakat, Mahyunadi menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam mewujudkan pelayanan publik dan infrastruktur yang berkualitas di wilayah pesisir Sangkulirang. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













