MUARA WAHAU – Harapan perlahan tumbuh kembali di Desa Wanasari setelah kebakaran yang melanda kawasan tersebut beberapa pekan lalu. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama Baznas Kutim turun langsung untuk menyerahkan bantuan bagi lima kepala keluarga yang terdampak, memberikan dukungan moral dan kebutuhan dasar untuk kembali menata kehidupan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, didampingi Kepala Dinsos Kutim Ernata Hadi Sujito dan Ketua Baznas Kutim Masnif Safwan. Dalam kesempatan itu, Ardiansyah menyampaikan empatinya kepada para korban dan menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir memberi dukungan nyata.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga dan membantu mereka bangkit kembali,” ujar Ardiansyah.
Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, mengingat peristiwa semacam itu dapat terjadi kapan saja dan berdampak luas.
Ketua Baznas Kutim, Masnif Safwan, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan berasal dari dana zakat para muzakki, terutama ASN Pemkab Kutim. Baznas, lanjutnya, menetapkan standar bantuan Rp10 juta untuk pemilik rumah dan Rp5 juta untuk penyewa atau penghuni kontrakan.
Sementara itu, Kepala Dinsos Kutim Ernata Hadi Sujito memaparkan bahwa kebakaran pada 21 September 2025 menghanguskan dua rumah barakan dan membuat 19 jiwa kehilangan tempat tinggal. Dinsos kemudian menyalurkan 19 paket bantuan berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, mie instan, sarung, dan selimut.
Sinergi Pemkab Kutim, Baznas, dan Dinsos menjadi bukti kuatnya solidaritas sosial di daerah ini. Bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat materi, tetapi juga menjadi penguat semangat warga Wanasari untuk pulih dan berdiri kembali bersama. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













