SANGATTA – Langkah menuju birokrasi yang profesional dan berbasis kinerja terus dijalankan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Lewat pelaksanaan Computer Assisted Competency Test (CACT), pemerintah daerah berupaya memastikan setiap aparatur sipil negara (ASN) memiliki kemampuan dan potensi yang sesuai dengan jabatan yang mereka emban.
Tes yang berlangsung di Gedung Belajar BKPSDM Kutim selama tiga hari ini diikuti oleh 500 ASN dari berbagai perangkat daerah. Setiap peserta menjalani ujian maraton selama 4,5 jam dengan lebih dari 400 soal. Materi penilaian meliputi 22 subtema, seperti kepemimpinan, integritas, komunikasi, hingga kemampuan manajerial. Tes ini digelar dengan dukungan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), melalui Pusat Penilaian Kompetensi ASN dan Tim Penilai dari BKN Regional VIII Banjarmasin.
Kepala BKPSDM Kutim, Misliansyah atau yang akrab disapa Ancah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari program pemetaan kompetensi ASN yang sudah berjalan sejak tahun 2023. Ia menuturkan, program ini dirancang untuk membantu pemerintah menempatkan pegawai sesuai dengan potensi dan kemampuannya. Hasil tes akan menjadi data dasar dalam pengembangan sistem manajemen talenta ASN di Kutim
“Tujuannya supaya jabatan yang diemban sesuai dengan kualifikasi dan kapasitas individu. Dengan cara ini, kebijakan rotasi, mutasi, promosi, dan pelatihan bisa dilakukan lebih terarah,” ungkap Ancah.
Sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2023, tes ini sudah diikuti oleh seribu ASN. Tahun berikutnya jumlah peserta disesuaikan menjadi lima ratus orang, dan pada 2025 jumlah itu tetap dipertahankan. Pemerintah daerah menargetkan dalam tiga tahun, setidaknya ada tiga ribu ASN yang sudah terpetakan kompetensinya.
Bagi Kutai Timur yang kini berperan sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara, keberadaan ASN yang profesional sangat dibutuhkan. Melalui langkah ini, Pemkab Kutim berupaya meninggalkan pola lama birokrasi yang administratif menuju sistem yang lebih modern dan transparan. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













