JAKARTA – Lima sekolah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperoleh penghargaan Adiwiyata Nasional 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kelima sekolah tersebut adalah SDN 002 Sangatta Selatan, SDN 006 Karangan, SMP Eka Tjipta Jak Luay 1, SMPN 1 Kaubun, dan SMPN 3 Sangatta Utara.
Sekolah Adiwiyata merupakan program yang dibuat KLHK sebagai bentuk pembinaan kesadaran lingkungan di lembaga pendidikan.
Didampingi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, penyerahan penghargaan dilaksanakan di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakkar menyerahkan langsung penghargaan tersebut.
Dalam pidato singkatnya, Menteri LHK, Siti Nurbaya, menyatakan, penghargaan ini bukan sekadar seremoni. “Ini menjadi bagian dari langkah besar kita bersama untuk menyelamatkan bumi, dimulai dari dunia pendidikan,” ucap Menteri LHK beberapa waktu yang lalu.
Program Adiwiyata kali ini bertema ‘Peduli Lingkungan, Berbudaya Hijau’. Tahun ini, penerima penghargaan meningkat pesat, yaitu 512 sekolah. Selain itu, sebanyak 208 sekolah lainnya meraih gelar Sekolah Adiwiyata Mandiri.
Adiwiyata Mandiri merupakan penghargaan khusus yang diberikan kepada sekolah yang menerapkan prinsip-prinsip lingkungan dalam kurikulum dan mampu menjadi teladan bagi sekolah lain dalam program yang sama.
Penyerahan penghargaan diawali rangkaian kegiatan untuk mewadahi bertemunya ide dan inovasi penerapan konsep ramah lingkungan dari berbagai sekolah di Indonesia selama dua hari. Terdapat rangkaian sesi talkshow, pameran, dan coaching clinic bertemakan pengelolaan lingkungan.
Para penerima penghargaan berbagi pengalaman tentang praktik baik mengelola lingkungan di sekolah. Mulai dari program daur ulang, hingga penggunaan energi terbarukan.
Keberhasilan lima sekolah di Kutim ini menjadi bukti bahwa pendidikan berperan penting dalam membentuk perilaku generasi muda yang lebih peduli lingkungan. Penghargaan ini diharapkan dapat memacu sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia untuk terus berinovasi dan menunjukkan kepedulian mereka terhadap kelestarian alam.
“Penghargaan ini memotivasi sekolah-sekolah untuk terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang hijau dan berkelanjutan,” kata Kepala Bidang Penaatan dan Pengembangan Kapasitas, Dinas Lingkungan Hidup Kutim Nurrahmi Asmalia.
Ia juga menegaskan keberhasilan ini merupakan kerja keras berkelanjutan dari para guru, siswa, dan masyarakat sekolah dalam menjaga dan mempromosikan budaya lingkungan yang berkelanjutan. (ADV)













