Kutim – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Safuad, menggelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-8 dengan mengangkat tema “Kebijakan Lingkungan yang Berorientasi Kesinambungan dan Keadilan”.
Acara berlangsung pada Minggu (31/8/2025) di Jalan Gemini, RT 25, Kelurahan Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur, dengan menghadirkan dua narasumber, yakni akademisi La Sarido, SP., MP, serta Ulfa Jamilatul Farida, S.IP., S.HI., M.Si dari Kesbangpol. Diskusi ini dipandu moderator Tomas Pali.
Dalam sambutannya, Safuad menekankan pentingnya demokrasi yang menyatu dengan kebijakan lingkungan berkeadilan. Menurutnya, pembangunan daerah harus memperhatikan aspek kelestarian alam agar manfaatnya bisa dirasakan hingga generasi mendatang.
“Kesejahteraan rakyat tidak boleh dipisahkan dari keberlanjutan lingkungan. Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang menempatkan keberlanjutan hidup manusia dan alam dalam satu nafas perjuangan,” ujar Safuad.
La Sarido, SP., MP, sebagai narasumber pertama menyoroti tantangan besar yang dihadapi daerah dalam menjaga keseimbangan antara eksploitasi sumber daya dan keberlanjutan ekologi.
“Kutai Timur punya kekayaan alam luar biasa, tapi kalau tidak diatur dengan kebijakan yang berkeadilan, generasi mendatang bisa kehilangan haknya. Prinsip keberlanjutan harus masuk dalam setiap kebijakan,” jelas La Sarido.
Sementara itu, Ulfa Jamilatul Farida, S.IP., S.HI., M.Si dari Kesbangpol menekankan peran regulasi dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan kebijakan lingkungan yang adil.
“Kebijakan yang berpihak pada lingkungan tidak akan berjalan tanpa kesadaran dan partisipasi masyarakat. Pemerintah dan rakyat harus berjalan bersama agar lingkungan tetap terjaga, sementara kebutuhan ekonomi juga terpenuhi,” ungkap Ulfa.
Moderator Tomas Pali menambahkan bahwa dialog publik semacam ini menjadi wadah penting untuk menguatkan pemahaman demokrasi sekaligus menggali solusi konkret bagi tantangan lingkungan di daerah.
“Forum ini membuka ruang bagi kita semua untuk menyatukan perspektif akademisi, pemerintah, dan masyarakat, sehingga lahir kebijakan yang lebih adil dan berkelanjutan,” kata Tomas.
Acara yang berlangsung interaktif itu diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana warga Sangatta Utara menyampaikan aspirasi terkait masalah lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah hingga pengawasan aktivitas pertambangan di wilayah mereka.













