Suluh Muda Nusantara
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suluh Muda Nusantara
No Result
View All Result
Home Advedtorial

PJJ Tak Ideal, Sri Puji : Keselamatan Siswa Tetap Prioritas

Zahara by Zahara
21 Oktober, 2026
in Advedtorial, DPRD Samarinda
0
PJJ Tak Ideal, Sri Puji : Keselamatan Siswa Tetap Prioritas

Foto : Sri Puji Astuti Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda

FacebookTwitterWhatsapp

SAMARINDA – Pembelajaran Jarak Jauh dinilai bukan pilihan ideal bagi siswa di tengah keterbatasan perangkat dan akses internet. Namun, kebijakan itu tetap diperlukan selama kabut asap kebakaran hutan dan lahan mengancam kesehatan anak-anak di Kota Samarinda.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan pemerintah menghadapi dua kepentingan yang sama-sama penting. Proses belajar harus tetap berjalan, tetapi siswa juga tidak boleh dibiarkan terpapar udara buruk.

“Kalau kita bilang efektif atau tidak, tentu tidak efektif. Kebijakan PJJ ini dilakukan dalam keadaan yang tidak biasa, bahkan keadaan luar biasa. Dengan kondisi cuaca dan udara yang buruk, apakah kita membiarkan anak-anak terpapar hingga kesehatannya terganggu?” ujar Puji, Rabu (21/10/2026).

Pemkot Samarinda menerapkan PJJ sebagai langkah darurat untuk mengurangi paparan kabut asap terhadap anak sekolah. Kebijakan tersebut juga ditujukan mengantisipasi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

Menurut Puji, keterbatasan sarana masih menjadi kendala utama dalam pelaksanaannya. Tidak semua siswa memiliki telepon pintar dan kuota internet untuk mengikuti pembelajaran dari rumah.

Masalah itu lebih berat dirasakan keluarga berpenghasilan rendah. Ketika perangkat digunakan bersama anggota keluarga lain atau akses internet terbatas, siswa tidak dapat mengikuti kegiatan belajar secara optimal.

Kendala juga ditemukan pada tenaga pendidik. Sebagian guru sekolah dasar belum memiliki perangkat laptop yang memadai untuk menyelenggarakan pembelajaran interaktif.

Akibatnya, pola belajar jarak jauh lebih banyak mengandalkan pemberian tugas. Interaksi langsung antara guru dan murid menjadi terbatas sehingga pemahaman materi tidak selalu dapat dipantau seperti dalam pembelajaran tatap muka.

“Paling tugas, ya tugas. Tetapi materi yang belum efektif bisa diperbaiki atau dilengkapi ketika pertemuan tatap muka kembali,” kata Puji.

Berdasarkan pemantauan Komisi IV, penerapan PJJ saat ini lebih banyak dilakukan pada jenjang sekolah dasar. Kebijakan tersebut antara lain diterapkan di kawasan Kecamatan Sambutan, termasuk SDN 004 dan SDN 110.

Penerapan pada jenjang sekolah menengah pertama berbeda. SMPN 23 Samarinda, misalnya, masih menjalankan pembelajaran tatap muka dengan meniadakan seluruh aktivitas siswa di luar ruangan.

Perbedaan kebijakan tersebut menunjukkan perlunya penyesuaian berdasarkan kondisi sekolah dan tingkat paparan di masing-masing wilayah. Keputusan tidak harus diberlakukan dengan pola yang sama apabila situasi lapangan berbeda.

Puji berharap sekolah tetap menjaga komunikasi dengan orang tua selama PJJ berlangsung. Guru juga perlu menyesuaikan beban tugas dengan kemampuan siswa serta keterbatasan fasilitas yang tersedia di rumah.

Setelah kegiatan tatap muka kembali diberlakukan, sekolah dapat memetakan materi yang belum dikuasai siswa. Pembelajaran tambahan atau pengulangan diperlukan agar masa PJJ tidak menimbulkan kesenjangan pemahaman yang berkepanjangan.

Komisi IV berharap kebijakan tersebut berlangsung dalam waktu singkat. PJJ kali ini merupakan respons terhadap kondisi udara dan tidak diharapkan berlangsung selama masa pembelajaran jarak jauh pada pandemi Covid-19.

“Harapan kita PJJ ini sifatnya hanya sebentar, tidak seperti durasi saat pandemi Covid-19 lalu,” ujar Puji.

Menurut dia, efektivitas pembelajaran memang berkurang ketika dilakukan dari rumah. Kendati demikian, perlindungan kesehatan siswa harus menjadi pertimbangan utama selama kualitas udara belum memungkinkan kegiatan sekolah berjalan secara normal. (Adv)

Print 🖨 PDF 📄
Berita Dilihat: 289
Previous Post

Resapan Air Terancam, DPRD Samarinda Minta Proyek Perumahan Diinventarisasi Ulang

Zahara

Zahara

  • Trending
  • Comments
  • Latest
AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

20 Agustus, 2025
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

22 Oktober, 2025
Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

17 Maret, 2025
GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

12 Oktober, 2023
Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

PJJ Tak Ideal, Sri Puji : Keselamatan Siswa Tetap Prioritas

PJJ Tak Ideal, Sri Puji : Keselamatan Siswa Tetap Prioritas

21 Oktober, 2026
Resapan Air Terancam, DPRD Samarinda Minta Proyek Perumahan Diinventarisasi Ulang

Resapan Air Terancam, DPRD Samarinda Minta Proyek Perumahan Diinventarisasi Ulang

21 Oktober, 2026
Raperda Kebakaran Samarinda Buka Jalur Pelatihan dan Sertifikasi Relawan

Raperda Kebakaran Samarinda Buka Jalur Pelatihan dan Sertifikasi Relawan

21 Oktober, 2026
GMNI Samarinda Kecam Dugaan Intimidasi Ajudan Gubernur, Desak Rudy Mas’ud Bertanggung Jawab

GMNI Samarinda Kecam Dugaan Intimidasi Ajudan Gubernur, Desak Rudy Mas’ud Bertanggung Jawab

20 Oktober, 2026
Suluh Muda Nusantara

Suluhmudanusantara.com merupakan media daring berbasis di Kalimantan Timur dengan tujuan menjangkau Nusantara hingga Internasional.

Terkini

PJJ Tak Ideal, Sri Puji : Keselamatan Siswa Tetap Prioritas

Resapan Air Terancam, DPRD Samarinda Minta Proyek Perumahan Diinventarisasi Ulang

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Susunan Redaksi

Follow Sosial Media Kami

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.