TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencetak sejarah baru dalam dunia pendidikan dengan meraih predikat “Baik” pada rapor pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2024.
Penilaian yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini menunjukkan peningkatan signifikan dari status sebelumnya yang masih berada di kategori “Sedang”.
Plt Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Emy Rosana Saleh, mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas pencapaian ini, yang disebutnya sebagai buah kerja keras seluruh elemen pendidikan di Kukar.
“Peningkatan ini adalah bukti nyata dari upaya kolektif kita dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kita harus bangga, tapi tidak boleh berhenti sampai di sini,” ujar Emy, Minggu (17/11/2024).
Indikator literasi menjadi salah satu sorotan utama dalam laporan ini, dengan kenaikan yang sangat signifikan di seluruh jenis sekolah. Secara keseluruhan, nilai literasi jenjang SMP di Kukar meningkat dari 72,48 pada tahun lalu menjadi 77,34 tahun ini.
SMP Negeri: Naik dari 73,15 menjadi 78,09
SMP Swasta: Naik dari 70,41 menjadi 75,08
SMP Keagamaan Negeri: Lonjakan besar dari 87,78 menjadi 94,44
SMP Keagamaan Swasta: Dari 64,94 meningkat menjadi 70,97
Menurut Emy, pencapaian ini mencerminkan keberhasilan program-program literasi yang diterapkan, baik di sekolah negeri maupun swasta.
“Literasi adalah fondasi utama pendidikan. Ketika anak-anak kita semakin baik dalam membaca dan memahami, maka mereka memiliki pijakan yang kuat untuk berkembang,” jelasnya.
Namun, penilaian rapor pendidikan tidak hanya bertumpu pada literasi. Kemampuan numerasi, iklim keamanan pendidikan, inklusivitas, dan angka partisipasi sekolah juga menjadi faktor yang diperhitungkan.
“Rapor pendidikan ini mencerminkan keseluruhan ekosistem pendidikan di Kukar. Semua indikator menunjukkan perbaikan, yang artinya kita sedang berada di jalur yang benar,” kata Emy.
Meski meraih predikat “Baik”, Emy mengingatkan bahwa perjalanan masih panjang untuk mencapai kategori “Sangat Baik”. Ia menekankan pentingnya peran semua pihak—mulai dari pemerintah, sekolah, guru, hingga masyarakat—untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan.
“Kami menargetkan pada tahun 2025, Kukar bisa mencapai nilai ‘Sangat Baik’. Tapi, ini hanya bisa tercapai jika semua pihak serius berkomitmen untuk melakukan perbaikan di setiap level pendidikan,” tegasnya.
Ia juga memberi catatan kepada sekolah-sekolah agar tidak lengah. “Jika tidak ada upaya perbaikan yang konsisten, nilai rapor kita bisa menurun. Semua tergantung dari kerja keras masing-masing sekolah,” tambahnya.
Pencapaian ini menjadi motivasi bagi dunia pendidikan di Kukar untuk terus berbenah. Fokus pada peningkatan literasi, numerasi, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif akan menjadi kunci utama dalam mendongkrak kualitas pendidikan ke level yang lebih tinggi.
“Kukar telah membuktikan bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil. Kini saatnya kita melangkah lebih jauh dan mencetak generasi emas yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Emy penuh semangat.
Dengan optimisme yang menggelora, Kukar siap menghadapi tantangan pendidikan di tahun-tahun mendatang, menjadikan Kabupaten ini sebagai salah satu yang terdepan dalam kualitas pendidikan di Indonesia. (ADV)













