SAMARINDA – Sekretaris Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, menegaskan pembangunan Kota Samarinda harus dilakukan secara merata dan tidak hanya terfokus pada kawasan pusat kota. Menurutnya, pemerataan pembangunan menjadi kunci untuk menghadirkan keadilan bagi seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pinggiran.
Ronal menilai hingga saat ini masih terdapat kesenjangan pembangunan yang dirasakan masyarakat, terutama pada sektor ekonomi mikro, akses pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur lingkungan. Karena itu, ia mendorong agar arah pembangunan ke depan lebih memberikan perhatian kepada kawasan-kawasan di luar pusat kota.
“Membangun kota seharusnya dimulai dari luar menuju ke dalam. Pembangunan jangan hanya berpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga harus memberikan perhatian kepada masyarakat di wilayah pinggiran,” ujarnya, Senin (27/7/2026)
Menurut Ronal, wilayah pinggiran memiliki peran penting sebagai kawasan penyangga kehidupan Kota Samarinda. Oleh sebab itu, kawasan tersebut tidak boleh dipandang sebagai pelengkap pembangunan, melainkan menjadi bagian dari prioritas dalam perencanaan dan pengalokasian anggaran.
Ia juga mengapresiasi berbagai prestasi dan penghargaan yang berhasil diraih Pemerintah Kota Samarinda dalam beberapa tahun terakhir. Namun, menurutnya, capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah mengabaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
“Walaupun Samarinda hari ini mendapatkan banyak penghargaan, kita tetap memiliki banyak pekerjaan rumah. Ke depan, warga di wilayah pinggiran harus lebih diperkuat karena mereka juga menjadi penyokong Kota Samarinda,” katanya.
Ronal menegaskan keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari wajah pusat kota yang semakin modern, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat di kawasan permukiman, gang-gang, bantaran sungai, hingga wilayah terluar Kota Samarinda.
Menurutnya, pembangunan yang berkeadilan adalah pembangunan yang mampu menghadirkan manfaat secara merata bagi seluruh warga tanpa membedakan lokasi tempat tinggal.
“Keberhasilan pembangunan bukan hanya terlihat dari kawasan pusat kota yang tertata, tetapi juga ketika masyarakat di wilayah pinggiran merasakan pelayanan, infrastruktur, dan kesempatan yang sama untuk berkembang,” pungkasnya. (Adv)













