SAMARINDA – Sekretaris Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) tidak hanya ditentukan oleh sektor pendidikan, tetapi juga bergantung pada kualitas pelayanan kesehatan yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, peningkatan kualitas SDM akan sulit tercapai apabila masih ada warga yang mengalami keterbatasan dalam memperoleh layanan kesehatan.
Ronal mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Samarinda yang selama ini terus memperkuat program kesehatan masyarakat, termasuk upaya pencegahan stunting sejak dini. Ia menilai hasil yang telah dicapai perlu dipertahankan sekaligus ditingkatkan agar angka stunting di Kota Tepian terus menurun.
“Program pencegahan stunting harus terus ditingkatkan. Harapannya, angka stunting di Kota Samarinda benar-benar bisa ditekan hingga nol persen,” ujarnya, Senin (27/7/2026)
Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan tidak boleh berhenti pada satu kelompok usia saja. Pemerintah perlu memastikan pelayanan kesehatan hadir sejak masa kehamilan, proses persalinan, tumbuh kembang balita, usia produktif, hingga masyarakat lanjut usia.
Karena itu, Ronal mendorong penguatan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), baik Posyandu balita maupun Posyandu lansia. Ia menilai pelayanan kesehatan berbasis masyarakat tersebut memiliki peran strategis karena mampu menjangkau warga secara langsung di lingkungan tempat tinggalnya.
“Posyandu menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Program dan dukungannya harus terus diperkuat agar pelayanan kesehatan semakin dekat dengan warga,” katanya.
Selain peningkatan layanan, Ronal juga menekankan pentingnya keadilan dalam pemberian bantuan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Menurutnya, penetapan penerima bantuan tidak cukup hanya mengacu pada data administratif atau besaran penghasilan, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi riil masyarakat di lapangan.
“Tidak bisa hanya dikategorikan berdasarkan jumlah penghasilan. Pemerintah harus benar-benar melihat siapa yang memang berhak menerima bantuan kesehatan agar penyalurannya tepat sasaran,” tegasnya.
Ia menilai pembangunan daerah harus mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan seluruh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perlindungan dari pemerintah. Dengan pelayanan kesehatan yang merata dan bantuan yang tepat sasaran, pembangunan SDM di Samarinda akan berjalan lebih optimal sekaligus menciptakan rasa keadilan sosial.
“Bagi kami, mencerdaskan kehidupan masyarakat harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap warga yang kurang mampu. Dengan begitu, pembangunan kota dapat dirasakan secara bersama dan memberikan keadilan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (Adv)













