TENGGARONG – Program RT-Ku Terbaik di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai disiapkan untuk memasuki tahap pelaksanaan dengan empat bidang kegiatan yang menyasar kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan.
Meski harus mengalami penyesuaian besaran anggaran menjadi Rp50 juta untuk setiap Rukun Tetangga (RT) lantaran mepetnya waktu realisasi dan keterbatasan keuangan daerah.
Program yang sebelumnya dikembangkan dengan target alokasi minimal Rp150 juta per RT sesuai kapasitas fiskal daerah tersebut menghadapi penyesuaian dalam pelaksanaan 2026.
Dalam perencanaan anggaran tahun ini, alokasi yang sempat direncanakan sebesar Rp100 juta per RT kemudian disesuaikan menjadi Rp50 juta.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, sebelumnya menjelaskan bahwa perubahan tersebut merupakan hasil kesepakatan pemerintah kabupaten dan DPRD Kukar dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran serta waktu pelaksanaan yang tersisa.
“Jadi penyesuaian anggaran ini atas kesepakatan antara Pemkab dan DPRD Kukar,” sebut Arianto.
Ia menuturkan bahwa, Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, sebelumnya juga mendorong rasionalisasi anggaran.
Pertimbangannya adalah pelaksanaan program yang baru efektif menjelang Oktober menyisakan waktu sekitar tiga bulan hingga akhir tahun.
Dengan kondisi tersebut, penggunaan anggaran perlu disesuaikan agar kegiatan dapat direalisasikan secara efektif dan pertanggungjawabannya diselesaikan sesuai ketentuan.
Anggaran Rp50 Juta per RT, Rp29 Juta untuk Operasional
Penyesuaian ini membuat pengurus RT perlu lebih selektif dalam menentukan kegiatan.
Prioritas diarahkan pada program yang realistis dilaksanakan dalam waktu yang tersedia dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dari alokasi Rp50 juta per RT, sekitar Rp29 juta diperuntukkan bagi operasional berupa insentif ketua, sekretaris, dan bendahara RT. Sementara itu, sekitar Rp21 juta lainnya disiapkan untuk mendukung kegiatan di lingkungan RT.
DPMD Kukar kemudian memetakan kegiatan yang memungkinkan dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan anggaran, waktu pelaksanaan, serta kebutuhan masyarakat.
“Dengan pendekatan tersebut, program tetap dapat berjalan tanpa memaksakan kegiatan yang berisiko tidak selesai hingga akhir tahun,” seru Arianto.
Meski waktu realisasi kian terbatas, Arianto menegaskan bahwa penggunaan dana tersebut tetap diarahkan untuk kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan warga dan harus mengikuti petunjuk teknis yang telah ditetapkan.
Empat Prioritas Program RT-Ku Terbaik Kukar
Empat bidang yang menjadi prioritas meliputi ketahanan sosial, pemberdayaan masyarakat, pembangunan infrastruktur skala kecil, dan operasional RT.
Keempatnya menjadi acuan bagi pengurus RT dalam menyusun kegiatan yang bisa direalisasikan sesuai ketentuan program.
Oleh sebab itu, pengurus RT perlu memahami batasan penggunaan anggaran sebelum mengajukan kegiatan.
Dengan begitu, usulan yang disampaikan dapat disesuaikan dengan pedoman sekaligus kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Yang diusulkan itu sesuai juknis kita. Jadi, ada empat program itu di dalam juknis kita,” ucapnya.
Bantuan Sosial hingga Pemberdayaan Masyarakat
Bidang pertama yang dijalankan pengurus RT adalah ketahanan sosial.
Pengurus RT dapat mengusulkan bantuan bagi warga yang sakit dan ibu hamil, serta penyediaan makanan bergizi bagi lanjut usia (Lansia) dan balita.
Kegiatan tersebut diharapkan membantu masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
Pengurus RT dapat mengidentifikasi kebutuhan warga agar dukungan yang diberikan lebih tepat sasaran.
Bidang kedua berfokus pada pemberdayaan masyarakat.
Pengurus RT dapat menyusun pelatihan maupun kegiatan peningkatan keterampilan sesuai potensi dan kebutuhan warga.
Program pemberdayaan diharapkan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan, baik dalam kegiatan sosial maupun ekonomi.
Jenis kegiatan tetap harus disesuaikan dengan ketentuan petunjuk teknis.
Infrastruktur Skala Kecil dan Operasional RT
Prioritas ketiga adalah pembangunan infrastruktur skala kecil.
Bidang ini memungkinkan pengurus RT mengusulkan perbaikan fasilitas lingkungan berdasarkan persoalan yang dihadapi warga setempat.
Sementara itu, bidang keempat berkaitan dengan operasional RT.
Dukungan ini diperlukan untuk menunjang tugas kelembagaan pengurus RT dalam menjalankan pelayanan dan kegiatan di lingkungan masing-masing.
Arianto menjelaskan, keempat bidang tersebut kini menjadi dasar penyusunan kegiatan yang akan dilaksanakan pengurus RT.
Usulan yang masuk akan dipetakan untuk menentukan kegiatan yang sesuai dengan aturan dan dapat direalisasikan.
“Nah, empat bagian inilah yang sekarang sedang direncanakan dan disusun untuk dibuat kegiatan oleh RT,” jelas Arianto.
DPMD Kukar Dorong Kegiatan Direalisasikan Serentak
Selain menyesuaikan jenis kegiatan dengan besaran anggaran, DPMD Kukar mendorong pelaksanaan program yang memungkinkan dijalankan secara serentak di sejumlah RT.
Langkah ini dipertimbangkan karena waktu pelaksanaan pada 2026 relatif terbatas.
Kegiatan yang dapat dilaksanakan bersama diharapkan memudahkan koordinasi sekaligus mempercepat realisasi program.
Meski demikian, kebutuhan setiap lingkungan tetap menjadi pertimbangan dalam menentukan kegiatan.
Pengurus RT perlu menyusun usulan berdasarkan kondisi warga, bukan sekadar mengikuti kegiatan yang diterapkan di wilayah lain.
DPMD Kukar berharap petunjuk teknis dapat menjadi pedoman bagi pengurus RT dalam memilih kegiatan yang terukur dan sesuai dengan kemampuan anggaran.
Melalui perencanaan tersebut, program RT-Ku Terbaik diharapkan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat meski alokasi anggarannya mengalami penyesuaian.
Dukungan sosial, pemberdayaan, perbaikan infrastruktur skala kecil, dan operasional RT menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan di tingkat lingkungan.
Arianto mengatakan, pemerintah daerah kini mendorong kegiatan yang spesifik dan dapat dilaksanakan serentak dengan memperhitungkan waktu serta anggaran yang tersedia.
“Mengingat terbatasnya waktu, kemudian juga anggaran yang sudah dipastikan Rp50 juta ini, kami mendorong kegiatan yang spesifik dan bisa dilaksanakan serentak, berkaitan dengan kebutuhan masyarakat wilayah RT,” tutupnya. (Adv)













