SAMARINDA– Walikota Samarinda, Andi Harun, mengumumkan rencana ambisius untuk menjadikan kawasan Samarinda Seberang sebagai pusat budaya dan sejarah di Kalimantan Timur. Program ini diharapkan mampu memperkuat identitas kota serta mendorong pariwisata berbasis budaya lokal.
“Kami ingin Samarinda Seberang tidak hanya dikenal sebagai kawasan tua, tetapi sebagai destinasi budaya dan sejarah yang menarik wisatawan lokal maupun internasional,” ujar Andi Harun.
Ia menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi pembangunan kota yang berfokus pada pelestarian budaya sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat.
Rencana ini melibatkan revitalisasi situs-situs bersejarah, seperti Museum Samarinda, Masjid Shirathal Mustaqiem, dan Kampung Tenun. Selain itu, Walikota juga menggandeng seniman dan budayawan lokal untuk menghidupkan kembali seni tradisional, termasuk tari Jepen dan seni ukir khas Samarinda.
Latar Belakang dan Tantangan
Samarinda Seberang memiliki sejarah panjang sebagai salah satu wilayah tertua di kota ini. Namun, kawasan tersebut menghadapi tantangan besar, seperti kurangnya perhatian terhadap pelestarian warisan budaya dan minimnya fasilitas pendukung pariwisata. Dengan program ini, pemerintah berupaya mengatasi tantangan tersebut sambil menggerakkan sektor ekonomi kreatif.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Jika terlaksana, program ini diyakini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan hingga 30 persen per tahun, menurut data Dinas Pariwisata Samarinda. Selain itu, pelibatan UMKM lokal dalam pengembangan kawasan dapat menciptakan lapangan kerja baru, terutama di sektor seni, kerajinan, dan kuliner tradisional.
Walikota Andi Harun berharap proyek ini menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia.
“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya adalah aset yang mampu memperkuat identitas sekaligus menjadi penggerak ekonomi. Dengan dukungan semua pihak, kami optimis Samarinda Seberang akan menjadi ikon baru Kalimantan Timur,” tegasnya.
Transformasi Samarinda Seberang menjadi pusat budaya dan sejarah bukan hanya upaya melestarikan masa lalu, tetapi juga investasi untuk masa depan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, visi Walikota Andi Harun berpotensi menghadirkan perubahan nyata bagi Samarinda, baik dari segi ekonomi, pariwisata, maupun pelestarian budaya. (Mujahid)













