Balikpapan — Anggota DPRD Kalimantan Timur, H. Baba, kembali melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) ke-5 Tahun 2026 terkait Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2023 tentang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu (23/5/2026) pukul 20.00 WITA di RT 6, Kelurahan Klandasan Ulu, Kota Balikpapan itu dihadiri warga sekitar serta tokoh masyarakat setempat. Acara dipandu moderator Siti Aminah dengan menghadirkan narasumber Ruddy Iskandar.
Dalam sambutannya, H. Baba menegaskan bahwa pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan memiliki peran penting dalam memperkuat karakter bangsa, khususnya di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi saat ini.
“Nilai-nilai Pancasila harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari agar masyarakat tetap memiliki rasa persatuan, toleransi, dan tanggung jawab sebagai warga negara,” ujar Baba.
Ia mengatakan, Perda Nomor 9 Tahun 2023 hadir sebagai langkah pemerintah daerah dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap ideologi bangsa sekaligus menjaga semangat kebangsaan di tengah keberagaman.
Menurutnya, pendidikan kewarganegaraan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Kalau nilai kebangsaan dijaga bersama, maka persatuan masyarakat akan semakin kuat menghadapi berbagai tantangan sosial maupun perkembangan zaman,” tambahnya.
Sementara itu, narasumber, Ruddy Iskandar, menjelaskan bahwa implementasi pendidikan Pancasila harus dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pancasila bukan hanya teori, tetapi harus tercermin dalam sikap saling menghargai, gotong royong, dan menjaga keharmonisan di lingkungan masyarakat,” katanya.
Ia juga menilai penguatan wawasan kebangsaan menjadi penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan Indonesia.
Diskusi berlangsung interaktif dengan warga RT 6 dan masyarakat sekitar Kelurahan Klandasan Ulu yang aktif menyampaikan pandangan terkait pendidikan karakter, peran keluarga, hingga tantangan generasi muda di era digital.












