Samarinda — Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) terkait Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Minggu (19/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Jalan AW Syahrani, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda, itu dihadiri masyarakat, tokoh pemuda, serta sejumlah kader partai. Acara dipandu moderator Dhani dan menghadirkan dua narasumber, yakni Ronald Stephen Lonteng dan Andi Misran.
Dalam pemaparannya, Ananda Emira Moeis menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi digital yang dinilai dapat memengaruhi pola pikir generasi muda.
“Pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan harus terus diperkuat agar masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki karakter kebangsaan yang kuat dan tidak mudah terpecah oleh isu-isu yang dapat mengganggu persatuan,” ujar Ananda.
Ia menilai Perda Nomor 9 Tahun 2023 menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga semangat nasionalisme serta memperkuat rasa cinta tanah air di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, narasumber pertama, Ronald Stephen Lonteng, menyebut pendidikan kebangsaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
“Nilai-nilai Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas harus ikut berperan dalam membangun karakter bangsa,” katanya.
Menurut Ronald, tantangan globalisasi membuat masyarakat perlu memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat agar tetap menjaga toleransi dan persatuan di tengah keberagaman.
Di sisi lain, narasumber kedua, Andi Misran, mengatakan wawasan kebangsaan menjadi pondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang.
“Kalau semangat gotong royong dan persatuan terus dijaga, maka bangsa ini akan tetap kuat menghadapi berbagai tantangan. Pancasila harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan masyarakat terkait implementasi pendidikan karakter, pengaruh media sosial terhadap generasi muda, hingga peran pemerintah dalam memperkuat ideologi bangsa.













